<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518</id><updated>2009-10-09T04:24:26.460+03:00</updated><title type='text'>Akang Jabrik</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yusufarbi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>27</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-532226526919262613</id><published>2008-02-29T02:21:00.004+03:00</published><updated>2008-02-29T02:29:32.828+03:00</updated><title type='text'>Review Film Ayat-Ayat Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R8dCn982k_I/AAAAAAAAAIg/ewk_7fWMm9o/s1600-h/ayat2+cinta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R8dCn982k_I/AAAAAAAAAIg/ewk_7fWMm9o/s320/ayat2+cinta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172175951470433266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya saya merasa tidak enak hati untuk menulis sedikit uneg-uneg saya tentang ayat-ayat cinta the movie, satu alasan saya, dengan cuma modal nonton AAC versi bajakan terlalu berani kalau saya mencoba berspekulasi. Tapi film yang ditunggu-tunggu banyak orang ini membuat saya merasa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;eman&lt;/span&gt; melewatkan hari ini tanpa menulis sedikit catatan, pula karena saya baru menontonnya semalam, masih fresh !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur sampai detik ini saya belum pernah membaca novel ayat-ayat cinta, menjamah pun tidak. Beberapa resensi yang saya baca di beberapa blog sudah cukup untuk memberi stigma subyektif kalau buku ini tidak termasuk dalam daftar novel yang perlu saya baca apalagi membelinya. Terlalu sombongkah saya ? mungkin ada yang berpendapat seperti itu dan saya memakluminya, tapi  setidaknya saya mempunyai  beberapa alasan yang tidak ingin saya ungkap disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke AAC The Movie, ada beberapa adegan yang sempat membuat saya mengeryutkan dahi dan bertanya dalam hati “apa iya seperti ini”, catatan saya pertama, film dibuka dengan adegan Fahri yang tengah kebingungan, karena file-file komputernya hilang, sehingga harus meminta bantuan tetangganya, Maria, dengan menampilkan dialog bahasa arab (yang kemudian juga mengisi sebagian film) beserta teks terjemahan. Disinilah keanehan itu dimulai, adegan dimana maria memasuki flat fahri, it’s impossible for any reasons, kenapa ?? kultur masyarakat arab tidak pernah membolehkan wanita, apalagi secantik maria memasuki rumah orang asing, mahasiswa Azhar pula. Gunjingan atau bahkan hal yang lebih parah lagi seperti pengusiran dari flat yang kita tinggali adalah satu dari sederet kemungkinan yang akan terjadi. Yang jelas, salman dan ginatri (dua orang yang berpasangan menulis plot cerita yang bisa merangkum sekian dialog  dari sekian ratus halaman novel aac) terlihat kurang jeli dan paham akan kondisi riil budaya masyarakat mesir.&lt;br /&gt;&lt;p class=   "alert"&gt;      yang juga amat saya sayangkan, ketika kita harus membayangkan Mesir sebagai latar film, maka simbolisasinya tidak dapat terlihat dengan jelas, kemegahan Mesir sebagai salah satu pusat kebudayaan tertua tidak terbangun sebagaimana mestinya &lt;/p&gt; &lt;br /&gt;Masyarakat mesir modern dalam hemat saya adalah masyarakat yang masih kaku dalam memahami adat istiadat dan tradisi arab pada umumnya. Pengalaman saya pribadi tinggal di kawasan metropolis rab’ah al-adaweya selama 3 tahun cukup mendukung tesis saya ini. Saya ingat sekali model dan karakter para tetangga flat semasa tinggal di kairo. Empat tetangga flat saya yang berada satu lantai, dua keluarga Kristen koptik dan dua keluarga beragama Islam. Saya masih teringat dialog-dialog kaku dengan Hana, anak dari tetangga muslim saya yang bercadar, atau bahkan maria, gadis cantik beragama Kristen koptik yang seringkali berpapasan ketika berangkat kuliah pagi, satu hal yang paling saya ingat, maria tidak pernah mau untuk naik lift bersama  ketika kami hanya berdua saja, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;dza aib indana&lt;/span&gt; ( ini gak pantes), padahal jelas dia terlihat terburu-buru sekali. Atau bahkan tetangga sebelah flat saya persis yang beragama muslim, ahh namanya pun saya tidak tahu, padahal dalam beberapa kali kesempatan sang bapak seringkali membawakan nasi bukhari dan daging serta sayur-sayuran ketika ada peringatan hari besar tertentu. Dan satu hal lagi, satu-satunya anaknya yang berjilbab juga tidak pernah mau satu lift bersama saya, bahkan lebih memilih turun melalui tangga saja. Analoginya, bersama dalam satu lift saja sudah menjadi aib, apalagi memasuki flat mahasiswa asing, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Azhari&lt;/span&gt; (istilah untuk para mahasiswa Azhar) pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dalam film Aisyah memilih pengacara berkewarganegaraan Indonesia untuk membela Fahri. Pertanyaannya, bagaimana seorang berkewarganegaran asing bisa menjadi pengacara, di negara arab pula. Sepengetahuan saya, Negara mesir tidak menerima pengacara berkewarganegaraan asing, bahkan dalam beberapa kasus, KBRI seringkali kewalahan untuk mencari pengacara lokal yang seringkali memasang tarif terlalu tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, yang juga amat saya sayangkan, ketika kita harus membayangkan Mesir sebagai latar film, maka simbolisasinya tidak dapat terlihat dengan jelas, kemegahan Mesir sebagai salah satu pusat kebudayaan tertua tidak terbangun sebagaimana mestinya. Setting Universitas Al-Azhar serta masjid besarnya  juga gagal, mungkin karena figuran yang menjadi siswa-siswinya kelihatan terlalu Indonesia dan masjid Azhar yang terkesan kecil dan pengap jauh dari gambaran asli masjid Azhar yang selalu ramai dengan aktivitas belajar dan menghafal Qur’an. Sementara sungai Nilnya sendiri tidak terlihat anggun dan indah dengan angle kamera yang hanya melulu mengambil jembatan dan air dibawahnya. Ahh, padahal niat saya ingin menunjukkan keindahan nil melalui film tersebut kepada keluarga saya. Sayang entah apa yang terjadi sehingga menyebabkan film ini menjadi terlihat miskin dalam pengadeganan di luar ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya banyak sekali catatan yang ingin saya ungkapkan dalam tulisan singkat ini, seperti penempatan judul berita utama kasus fahri yang dimuat di Koran &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Shoutul Azhar&lt;/span&gt; yang terlihat salah penempatan tidak seperti biasanya, setoran qira’ah sab’ah dengan suara yang sangat tidak mirip dengan karakter asli suara Fedi Nuril, Hakim pengadilan yang terkesan jawa karena medoknya, pemakain kata isbir (sabar) yang seharusnya dilafalkan dengan usbur menurut dialek asli mesir dan adegan pemukulan seorang ikhwan terhadap fahri setelah diingatkan kesalahannya, pula setelah di ingatkan dengan kata-kata &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sholla ‘ala Nabi&lt;/span&gt; yang bertolak belakang dengan karakter asli orang mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang jelas, Sosok Fedi Nuril yang tidak kekar, ganteng dan bertampang alim memang terlihat cocok menjadi Fahri. Terlebih dengan peniadaan karakter yang ringkih dan sakit-sakitan berganti dengan sikap yang sedikit gentle, tetap butuh curhat dengan teman dan bisa meledak seperti ditunjukkan saat ia marah-marah dipenjara, membuat ia terlihat sedikit manusiawi seperti yang diinginkan sang sutradara. Dan Fedi Nuril mampu memainkannya dengan meyakinkan. Nilai plus diperlihatkan oleh Carrisa Putri, sosok Maria, seorang gadis yang memendam cinta nampak terlihat hidup dalam dirinya. Namun untuk karakter pembantu terasa kurang mewakili, semuanya jadi terasa terlalu Indonesia dan tidak riil, beda sekali dengan pemilihan Carissa untuk Maria dan Rianti untuk Aisha dengan wajah non-pribuminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, film memang berbeda dengan novel, dengan keterbatasan durasi dan perbedaan yang cukup  mendasar dari format tulisan menjadi format audio visual, maka film ini cukup baik dan kreatif dalam menterjemahkan secara bebas dan lugas  isi novel Habiburrahman El Shirazy. Pemilihan angle bercerita dan eksplorasi dalam beberapa dialog dan adegan mampu memberi sensasi tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ala kulli hal&lt;/span&gt;, ditengah gencarnya para produser kapitalis mengobral film-film bertemakan horror dan assusila, AAC the movie terlihat seperti oase ditengah gurun pasir. nilai-nilai yang masih sarat akan dakwah Islam masih terlihat jelas dalam dialog demi dialog. Dogma poligami, ta’arruf, ikhlas serta kesabaran berhasil dibawakan dengan kesan sejuk dan tidak menggurui. Semoga apa yang dilakukan Hanung Bramantyo menjadi titik awal munculnya film-film yang berkualitas tapi memiliki nilai-nilai yang sarat akan dakwah. Selamat menonton !!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-532226526919262613?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufarbi.blogspot.com/feeds/532226526919262613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3556385182951553518&amp;postID=532226526919262613' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/532226526919262613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/532226526919262613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2008/02/review-film-ayat-ayat-cinta.html' title='Review Film Ayat-Ayat Cinta'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R8dCn982k_I/AAAAAAAAAIg/ewk_7fWMm9o/s72-c/ayat2+cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-1509188595299153226</id><published>2008-02-14T22:37:00.002+03:00</published><updated>2008-02-14T22:42:19.694+03:00</updated><title type='text'>Hati-hati Ajak Bicara Supir Taxi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R7SZBd82k-I/AAAAAAAAAIY/Ot4L8u9v6es/s1600-h/news.1126661193.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R7SZBd82k-I/AAAAAAAAAIY/Ot4L8u9v6es/s320/news.1126661193.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166922922999583714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah taksi: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berjalan sekian lama tanpa percakapan,penumpang menepuk pundak supir taksi untuk menanyakan sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksinya sungguh tak terduga. Supir taksi begitu terkejutnya sampai tak sengaja menginjak gas lebih dalam dan hampir saja menabrak mobil lain. Akhirnya ia bisa menguasai kemudian menghentikan mobilnya di pinggir jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tolong, jangan sekali-kali melakukan itu lagi!" kata supir taksi dengan wajah pucat dan menahan marah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf, saya tidak bermaksud mengejutkan. Saya tidak mengira kalau menyentuh pundak saja bisa begitu mengejutkan Bapak." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Persoalannya begini, ini hari pertama saya jadi supir taksi. Bapak juga merupakan penumpang pertama." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ohh begitu? Terus kok bisa kaget begitu?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebelumnya saya adalah supir mobil jenasah", jelas si supir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-1509188595299153226?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufarbi.blogspot.com/feeds/1509188595299153226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3556385182951553518&amp;postID=1509188595299153226' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/1509188595299153226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/1509188595299153226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2008/02/hati-hati-ajak-bicara-supir-taxi.html' title='Hati-hati Ajak Bicara Supir Taxi'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R7SZBd82k-I/AAAAAAAAAIY/Ot4L8u9v6es/s72-c/news.1126661193.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-7573966468354396425</id><published>2008-01-27T16:11:00.000+03:00</published><updated>2008-01-27T16:28:02.011+03:00</updated><title type='text'>Selamat Jalan Jendral !!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R5yGxTIvmbI/AAAAAAAAAIQ/GycusUyLuTI/s1600-h/u1513569ji5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R5yGxTIvmbI/AAAAAAAAAIQ/GycusUyLuTI/s400/u1513569ji5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160147454568405426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class=   "alert"&gt; Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan YME  &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-7573966468354396425?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufarbi.blogspot.com/feeds/7573966468354396425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3556385182951553518&amp;postID=7573966468354396425' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/7573966468354396425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/7573966468354396425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2008/01/selamat-jalan-jendral.html' title='Selamat Jalan Jendral !!'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R5yGxTIvmbI/AAAAAAAAAIQ/GycusUyLuTI/s72-c/u1513569ji5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-5571215812276825119</id><published>2008-01-26T16:38:00.000+03:00</published><updated>2008-01-26T18:20:09.099+03:00</updated><title type='text'>Habibie: Detik-Detik Yang Menentukan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R5s5SDIvmYI/AAAAAAAAAH4/vhH4QErw_8M/s1600-h/0000358089-003.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R5s5SDIvmYI/AAAAAAAAAH4/vhH4QErw_8M/s200/0000358089-003.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159780780325443970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terperangah ketika membaca sebuah harian online, Habibie sang Maestro aerodinamika Indonesia ditolak mentah-mentah oleh keluarga Cendana. Penerbangan sehari semalam  antara German-Jakarta seolah tak berarti dimata (bu) Tut dan anggota keluarga yang lain. Ironis, cukup ironis ! bagi saya sikap itu sudah sedikit menggambarkan kecongkakan keluarga cendana. Disaat bangsa ini sedang ribut mempersoalkan deposisi Soeharto, bagi keluarga cendana memaafkan seorang habibie (yang belum tentu salah) adalah nonsense. Memang, Habibie adalah orang pertama yang duduk di kursi panas kepresidenan untuk yang pertama kali selepas Soeharto lengser (atau lebih tepatnya dilengserkan), disamping termasuk sebagai salah satu orang yang diminta menyampaikan hasil penandatangan memo yang berisi permintaan pengunduran   14 menteri yang dipimpin Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa penasaran saya sedikit terobati setelah membaca beberapa berita off the record dari kawan-kawan di sebuah forum seputar track record keluarga cendana, tidak berhubungan sama sekali dengan habibie memang, tapi setidaknya ada sebuah benang merah yang bisa saya jadikan novum bahwa memang ada “apa-apa” antara cendana dan Habibie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas ada apa dengan Habibie ? apa yang membuat beliau begitu dibenci oleh tirah Cendana ? kembali ghirah ilmiyyah membuat saya menelusuri berita demi berita repost menjelang detik-detik terakhir yang menentukan, yang akhirnya mentok di sebuah buku  berjudul sama dengan judul coretan ini. Dalam buku ini, sedikit banyak Habibie berbicara seputar detik-detik terakhir yang menentukan, walaupun sebagian besar sama dengan apa yang saya dapatkan di beberapa forum, tapi setidaknya saya bisa “mendengar” langsung dari tulisan sang professor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung sekali saya bisa mendapatkan buku ini dalam versi Indonesia plus versi e-booknya. Kalau dulu buku Mahfud MD Setahun bersama Gus Dur: Kenangan menjadi menteri di saat sulit saya dapatkan susah payah karena harus “merayu” dinda, sang kekasih tercinta. Sekarang buku Habibie saya dapatkan (dengan mudah) dari seorang kawan di sebuah forum. Bagi yang ingin membaca versi e-booknya dalam format Pdf , ini   linknya &lt;a href="http://www.box.net/shared/sefi19q2ss"&gt;Habibie: Detik-Detik Yang Menentukan&lt;/a&gt; selamat membaca !!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-5571215812276825119?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufarbi.blogspot.com/feeds/5571215812276825119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3556385182951553518&amp;postID=5571215812276825119' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/5571215812276825119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/5571215812276825119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2008/01/habibie-detik-detik-yang-menentukan.html' title='Habibie: Detik-Detik Yang Menentukan'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R5s5SDIvmYI/AAAAAAAAAH4/vhH4QErw_8M/s72-c/0000358089-003.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-6745352943800322874</id><published>2007-12-27T03:33:00.000+03:00</published><updated>2008-01-02T01:36:30.297+03:00</updated><title type='text'>Ayat-Ayat Cinta with Fully</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/VdqyeWd9AC4&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/VdqyeWd9AC4&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Soundtrack ayat-ayat cinta with fully&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari melepas  penat seusai membaca diktat kuliah sirah nabawiyah yang akan diujikan tanggal 30 besok, saya  membuka-buka inbox email saya. Sebuah rutinitas yang biasa sebelum tidur. Ada sebuah email dari seorang kawan yang membuat saya sedikit berlama-lama didepan komputer yang telah menemani perantauan saya selama 3 tahun. Tidak penting saya kupas apa isi email tersebut, tapi dari email itulah saya menemukan link menuju multiplynya  &lt;a href="http://ceumimin.multiply.com"&gt;teh Mimin&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari sebelumnya, saya benar-benar lagi jatuh cinta dengan lagunya d'cinnamons, setelah mengubek-ubek isi hardisk, sayang saya tidak menemukan filenya. Padahal dulu kalau tidak salah ingat, saya pernah mencopinya dari seorang kawan. singkat cerita, Setelah masuk ke salah satu forum sharing music untuk mencari kau bilang cintanya d’cinnamon, saya menemukan beberapa link download sebuah lagu dengan judul fully feat vagabond ost ayat-ayat cinta, dua nama yang tidak asing tedengar ditelinga saya. wow, kalau benar ini adalah orang-orang yang pernah saya kenal, setidaknya saya cukup bangga "masisir" bisa ikut tenar dalam film ini. ya, vagabond adalah sebuah grup band yang beranggotakan anak-anak muda yang berstatus mahasiswa di Kairo. sedangkan fully yang nama lengkapnya FULLY ASMANDITA HARIYANI, adalah putri salah seorang tenaga pengajar di SIC (sekolah Indonesia Kairo).&lt;br /&gt;&lt;p class=   "alert"&gt;     Sehari setelah saya memposting tulisan ini, akhirnya dengan "agak sukarela" saya melakukan registrasi di multiply yang kemudian saya download dan reupload kembali di youtube. buat teman-teman yang penasaran ingin melihat video trailer versi  7.16 MB   asli dari multiplynya mas hanung yang baru saja saya upload di situs youtube,  &lt;a href="http://www.youtube.com/bangarbi"&gt;Klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;Setelah saya memastikan kalau Fully yang tertera adalah benar-benar Fully yang pernah dua kali berkunjung kerumah saya (sebelum pindah) dalam suatu acara bersama orangtuanya, dengan semangat 45 saya mendownload langsung link mp3nya. kesan saya pertama kali mendengarkan, suaranya benar-benar bersih dan bening. kalo teman-teman ingin mencoba mendengarkan, ini saya kasih link downloadnya  &lt;a href="http://rapidshare.com/files/75375177/Vagabond_-_OST_Ayat_Ayat_Cinta.mp3  "&gt;Fully feat Vagabond&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bisa memastikan kalau ini adalah fully setelah berkunjung ke multiplynya teh mimin, disana juga saya menonton trailer Ayat-ayat cinta versi durasi terlama, 7,3 MB. sayang saya tidak punya account di multiply sehingga bisa mudah mendownloadnya, lalu   saya reupload  di youtobe agar bisa  ditampilkan  bersamaan dengan tulisan ini. tapi dalam penghujung video walking, saya menemukan trailer versi durasi 07.11 menit upload-an mfrstudio, pula dengan diiringi soundtrack lagu kidungnya fully. Ah, semoga saja saya bertemu dengan “Aisyah”  dalam tidur saya kali ini.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.lintasberita.com/submit.php?phase=2&amp;url=http://www.lintasberita.com/Lokal/Ayat-Ayat_Cinta_with_Fully/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.lintasberita.com/buttons_lb/lintasberita_a_180x35.png" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-6745352943800322874?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufarbi.blogspot.com/feeds/6745352943800322874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3556385182951553518&amp;postID=6745352943800322874' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/6745352943800322874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/6745352943800322874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2007/12/ayat-ayat-cinta.html' title='Ayat-Ayat Cinta with Fully'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-5600581071217087805</id><published>2007-12-23T02:52:00.000+03:00</published><updated>2007-12-23T03:04:52.843+03:00</updated><title type='text'>Ayo Sekolah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R22lZGxjfSI/AAAAAAAAAHs/t1r9yBcbvO8/s1600-h/AZHAR_2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R22lZGxjfSI/AAAAAAAAAHs/t1r9yBcbvO8/s200/AZHAR_2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146951799888117026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bang, tahdid udah turun belom ?" suara ramah diujung telpon menyadarkan saya dari mimpi indah sore itu. “Hah ! hari gini nanya tahdid ?!” canda saya sambil berusaha meraih selembar kertas kecil yang terselip dibawah muqarrar yang baru saja saya beli tadi siang, diawali berbasa-basi sedikit menanyakan seputar hasil pertandingan liga champion kemarin dan mengalirlah perbincangan seputar transaksi legal tukar-menukar tahdid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi singkat diatas sedikit menggambarkan mainstream ritual mahasiswa kita (baca: al-Azhar) menjelang masa-masa ujian yang begitu menjenuhkan. Memborong diktat kuliah, bimbingan kesana-kemari, berangkat kuliah pagi pulang sore, khataman muqarrar dan juga aktifitas rutin seperti memburu tahdid diatas. Ada semacam tradisi yang sering dialih bahasakan dengan back to campus, ayo sekolah, study oriented dan lain sebagainya. Terlepas dari slogan manakah yang lebih tepat untuk mendefinisikan ritual intelektual kita, target duta besar yang baru dengan tingkat kelulusan 90 % dan pencapaian predikat mumtaz yang diharapkan mencapai angka 30 % seharusnya membuat ghirah studi kita lebih terpacu dan berusaha menjadi yang terbaik setidaknya untuk diri kita sendiri. Walaupun kedengarannya target ini seperti mimpi di siang bolong dan amat utopis, tapi setidaknya kesadaran dan mentalitas be the best dalam diri mahasiwa berperan aktif untuk meraihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pembelajaran dan kurikulum yang dipakai al-Azhar yang lebih mengedepankan pentingnya sebuah naskah dan diktat untuk dihafal dan tidak mewajibkan mahasiswa untuk hadir dalam setiap hari aktif membuat mahasiswa malas seperti saya dan mungkin juga anda semakin terlena. Prosentase wajib hadir mahasiswa yang hanya 0 % membuat kita seringkali menunda dan selalu menunda untuk menjadi mahasiswa baik. Berangkat kuliah tiap pagi dengan membawa diktat yang sesuai jadwal, mengikuti muhadharah sampai selesai, khataman muqarrar jauh-jauh hari menjelang ujian, membuat berlembar-lembar ikhtishar dan memberi informasi tahdid, bukan malah mencari-cari dengan telpon sana telpon sini dan sederet atribut asli seorang azharî adalah sebuah impian bagi mahasiswa istimârah i seperti saya yang hanya menyempatkan datang ke kampus untuk urusan administrasi semata, datang cuma ingin mengurus istimârah tapi bukan dan tidak untuk mengikuti muhadharah.&lt;br /&gt;&lt;p class=   "alert"&gt;      Sistem pembelajaran dan kurikulum yang dipakai al-Azhar yang lebih mengedepankan pentingnya sebuah naskah dan diktat untuk dihafal dan tidak mewajibkan mahasiswa untuk hadir dalam setiap hari aktif membuat mahasiswa malas seperti saya dan mungkin juga anda semakin terlena.   &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Sejenak saja kita pusatkan perhatian ke deretan angka-angka yang tercantum di penanggalan masehi, terhitung dari sekarang kita akan menghadapi masa-masa perjuangan dan jihad fi dirasah ‘ilmillah tidak kurang dari satu bulan. Dalam Shoutul al-Azhar edisi 2 minggu yang lalu, ujian al-Azhar diperkirakan jatuh pada tanggal 5 Januari. Satu bulan bukanlah waktu yang lama untuk mempersiapkan ujian apalagi hanya untuk sekedar bersantai. Kalau boleh sedikit berspekulasi ala akuntan, kalau dalam term kali ini kita dibebani dengan tujuh diktat yang rata-rata memiliki tebal sampai 250 halaman, itu artinya dalam satu bulan kita harus membaca 1750 halaman. Bagi orang-orang yang bisa membaca dan memahami teks diktat secara lugas dan cepat mungkin lima belas hari adalah waktu yang cukup standar untuk melahap semua isi diktat. Dan sekali lagi, waktu selama lima belas hari itu baru kita pergunakan hanya untuk membaca, masih ada deretan rutinitas lain seperti meringkas, menghafal, ataupun mencari bacaan dari referensi lain yang  harus kita selesaikan minimal seminggu sebelum ujian. Ala teori hal ini mudah dilakukan, bahkan akan lebih mudah dan perfect kalau kita mulai dua bulan ataupun satu setengah bulan menjelang ujian. Akan tetapi secara aplikatif mungkin kita bisa melihat potret diri masing-masing.  Dan sistem kebut seminggu yang terkadang seringkali dijadikan senjata andalan sebagian mahasiswa bukanlah jawaban yang tepat untuk masalah ini ditinjau dari sisi manapun, knowledge oriented apalagi point oriented.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan sekolah bisa dimana saja mungkin ada benarnya, tapi kita sebagai mahasiswa tampaknya seringkali merasa nyaman ali-alih terkecoh dengan hal-hal yang kurang prinsipil. Memang nilai bukanlah segalanya, predikat mumtaz, jayyid jiddan dan lain sebagainya hanyalah pemanis dan penyemangat kita untuk selalu berusaha yang terbaik. Tapi ada satu point penting yang perlu kita garis bawahi bahwa segalanya seringkali bermula dari sebuah nilai. Karena nilai itu adalah emanasi dari sebuah kata bernama kualitas, dan kualitas adalah hal yang qath’i dalam sebuah proses mencapai kesuksesan. Maka sebelum nasi menjadi bubur ada baiknya kita menapaki ritual intelektual kita kembali, raih kepercayaan dan sadar diri juga berusaha meraih sebuah prestasi, tentu tidak nyaman bukan kalau harus mengulang dalam kelas yang sama ?! &lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-5600581071217087805?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufarbi.blogspot.com/feeds/5600581071217087805/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3556385182951553518&amp;postID=5600581071217087805' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/5600581071217087805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/5600581071217087805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2007/12/ayo-sekolah.html' title='Ayo Sekolah'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R22lZGxjfSI/AAAAAAAAAHs/t1r9yBcbvO8/s72-c/AZHAR_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-4267464056275491489</id><published>2007-12-20T00:35:00.000+03:00</published><updated>2007-12-20T00:53:03.456+03:00</updated><title type='text'>Anthurium Jemanii</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R2mQNmxjfQI/AAAAAAAAAHY/0dgALjRmblc/s1600-h/IMG_4152.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R2mQNmxjfQI/AAAAAAAAAHY/0dgALjRmblc/s400/IMG_4152.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145802612668595458" /&gt;JEMANI MANGKOK (JUARA 3 PIALA WAGUB JATIM) HARGA 55 JT&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu judul berita yang membuat saya tertarik untuk membacanya, &lt;a href="http://http://kaskus.us/userframe.php?link=http://news.okezone.com/index.php/news/detail/2007/12/19/1/69246"&gt;Tanaman Gelombang Cinta Jemani Kobra Senilai Rp 1,1 Milyar Raib Ditipu Pembeli&lt;/a&gt;. Secara sepintas, saya menduga ini sejenis tanaman langka yang hanya bisa didapatkan di daerah-daerah tertentu saja mengingat harganya yang sampai jutaan. Mungkin sejenis dengan anggrek-anggrek langka ataupun bonsai yang memang harganya sampai sekarang stabil dan dalam kisaran wajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari namanya saja "tanaman gelombang cinta" sudah membuat saya tertarik untuk lebih jauh menelusurinya. Tanaman hias gelombang cinta yang dalam bahasa latinnya Anthurium Jemanii sudah menjadi trend tersendiri di masyarakat indonesia, dari beberapa sumber yang saya baca, Anthurium Jemanii yang masih seukuran toge itu sudah dibandrol 500 ribu, bahkan ada beberapa situs seperti &lt;a href="http:/lilyfloraya2.blogspot.com/"&gt;lilyfloraya2&lt;/a&gt; yang menawarkan Anthurium Jemanii dengan klasifikasi panjang daun 9-10 cm dibandrol per-potnya 6 juta, gila !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat masa-masa boomingnya ikan koi yang bisa mencapai puluhan juta per ekornya, sekarang dengan harga 50 ribu pun orang akan berpikir dua kali untuk membelinya. Saya sendiri tidak bisa menemukan secara pasti kelebihan dari Anthurium Jemanii ini, tapi dalam beberapa milis dan forum yang saya kunjungi, tanaman ini meiliki keunikan dalam hal perawatan. Katanya, semakin kita merawatnya dengan penuh cinta, maka potensi tanaman ini membentuk dirinya lebih indah bahkan menghasilkan bibit-bibit bermutu lebih besar. sekilas membaca ini saya sependapat dengan pidato sby beberapa waktu lalu  bahwa prosentase orang miskin di indonesia semakin berkurang secara signifikan. Tanya kenapa ?! hanya tuhan dan penjual daun yang tahu. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-4267464056275491489?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufarbi.blogspot.com/feeds/4267464056275491489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3556385182951553518&amp;postID=4267464056275491489' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/4267464056275491489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/4267464056275491489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2007/12/anthurium-jemanii.html' title='Anthurium Jemanii'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R2mQNmxjfQI/AAAAAAAAAHY/0dgALjRmblc/s72-c/IMG_4152.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-1439490243394884592</id><published>2007-12-15T02:17:00.000+03:00</published><updated>2007-12-15T23:09:57.621+03:00</updated><title type='text'>Cara Merubah Format pdf Ke doc.</title><content type='html'>Dulu seringkali saya mengalami kebingungan ketika menemukan beberapa artikel terutama dalam bahasa arab yang memakai format pdf untuk dijadikan bahan referensi yang perlu dicopy dalam sebuah tulisan dalam format word. akhirnya dipenghujung malam blog walking saya menemukan cara untuk mengkonversi tulisan pdf kedalam format doc, ahh leganya. terlepas dari apakah hal ini masuk dalam kategori berita basi atau tidak bagi saya it's not important, yang jelas the show must go on !! berikut caranya :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R2MQ9GxjfPI/AAAAAAAAAHQ/m6buvcqwKlo/s1600-h/step+1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R2MQ9GxjfPI/AAAAAAAAAHQ/m6buvcqwKlo/s400/step+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143973841363762418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Buka situs &lt;a href="http://www.zamzar.com"&gt;zamzar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Step 1. klik tombol Browse. Pilih file PDF yang ingin Anda convert.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Step 2. secara otomatis, sistem akan menset file ke dalam format doc. Tapi anda bisa memilih format lainnya seperti txt, html, rtf, png dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Step 3. Masukkan alamat e-mail anda. Alamat ini diperlukan karena anda akan menerima file hasil konversinya via e-mail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Step 4. klik Convert. Akan muncul sebuah window berisi informasi bahwa Anda akan mengkonversi file PDF ke format doc. Klik OK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Step 5. Tunggu sampai indikator uploading mencapai 100 %. Dalam beberapa menit Anda akan mendapat e-mail dari Zamzar disertai dengan sebuah link untuk men-download salinan file hasil konversi. Silahkan download file tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-1439490243394884592?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufarbi.blogspot.com/feeds/1439490243394884592/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3556385182951553518&amp;postID=1439490243394884592' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/1439490243394884592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/1439490243394884592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2007/12/dulu-seringkali-saya-mengalami.html' title='Cara Merubah Format pdf Ke doc.'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R2MQ9GxjfPI/AAAAAAAAAHQ/m6buvcqwKlo/s72-c/step+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-5098868758700538614</id><published>2007-12-14T23:10:00.000+03:00</published><updated>2007-12-14T23:19:43.992+03:00</updated><title type='text'>Bahagiakan Diri Dengan Satu Istri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R2Lk0mxjfNI/AAAAAAAAAHA/h_54HWtxUoE/s1600-h/34.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R2Lk0mxjfNI/AAAAAAAAAHA/h_54HWtxUoE/s200/34.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143925316823252178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jagalah istri, jangan kau sakiti. Sayangi istri, amanah Ilahi. Bila diri kian bersih, satu istri terasa lebih. Bila bisa jaga diri, tidak perlu menikah lagi. Bila suami berpoligami, dakwah akan terbebani. Demarketing menjadi-jadi, dakwah bisa dibenci....&lt;/span&gt;''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parodi lagu Aa Gym yang berjudul asli jagalah hati ini cukup menggelitik saya. Kata-katanya tedengar terasa pas juga lugas. Parodi ini tak sengaja saya dapatkan dari situs berita Gatra edisi Kamis 6 desember 2007. adalah nong Darol Mahmada aktivis JIL yang menulis sebuah opini singkat disertai sedikit review sebuah buku yang sempat menghebohkan salah satu kelompok partai islam terkenal di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan menjadi biasa kalau parodi ini Nong Darol sendiri yang berkreasi, akan tetapi parodi lagu jagalah hati yang dipopulerkan oleh Aa gym ini ditulis oleh salah seorang anggota Majlis Syura PKS, organisasi yang katanya memakai poligami sebagai salah satu metode dakwahnya. Saya sendiri belum pernah membaca langsung buku karya  Cahyadi Takawiran ini, bahkan mengenal sosok penulisnya pun tidak. Dalam beberapa kali blog walking , banyak sekali saya temukan hujatan-hujatan terhadap sang penulis buku, walaupun banyak juga simpati dan dukungan yang ditujukan terhadap sang penulis seperti tulisan Nong ini. Secara sekilas saya bisa membaca kegelisahan-kegelisahan emosional penulis. Asumsi saya, buku ini beranjak dari spirit untuk mencoba membangun kembali kerangka berfikir logis praktek poligami yang mulai  disalahgunakan oleh koleganya dan umat Islam. Buku ini terlihat lebih menarik menurut saya karena beberapa hal. Pertama., penulisnya sendiri berasal dari komunitas penganjur poligami, bahkan terkesan identik dengan perilaku poligami. Kedua, buku ini tidak bergelut dengan pemikiran-pemikiran agama dan perdebatan teks seputar hukum poligami , tapi justru melihat dalam kacamata konteks praktek poligami yang justru menghancurkan institusi sebuah keluarga, khususnya perempuan dan anak. Ketiga, buku ini sepertinya banyak menyadarkan kita akan banyaknya problematika sebuah praktek poligami disekitar kita. Saya jadi teringat gurauan almarhum KH. Yusuf Hasyim suatu ketika ditanya tentang poligami, “ Poligami kalau dipikir pakai kepala atas ya gak nyambung, tapi kalo dipikir pake kepala bawah baru nyambung ”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-5098868758700538614?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufarbi.blogspot.com/feeds/5098868758700538614/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3556385182951553518&amp;postID=5098868758700538614' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/5098868758700538614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/5098868758700538614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2007/12/bahagiakan-diri-dengan-satu-istri.html' title='Bahagiakan Diri Dengan Satu Istri'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R2Lk0mxjfNI/AAAAAAAAAHA/h_54HWtxUoE/s72-c/34.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-6314483513979314193</id><published>2007-11-28T16:09:00.000+03:00</published><updated>2007-11-28T17:59:55.938+03:00</updated><title type='text'>Akhirnya Yusril Ngeblog Juga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R01sJ8Df47I/AAAAAAAAAFY/e8Mahhd4Kus/s1600-h/yusril.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R01sJ8Df47I/AAAAAAAAAFY/e8Mahhd4Kus/s320/yusril.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137881667895026610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tadi abis iseng blog walking ke &lt;a href="http://www.vavai.com"&gt;vavai&lt;/a&gt;, ternyata headlinenya masih seputar yusril. Yup bulan kemaren para blogger sempet geger karena kedatangan “pendatang baru” di komunitas blogger. Saya termasuk blogger kecil yang setia membaca satu persatu komentar kaget, heran, gak percaya dan setengah teriak *berlebihan deh kalo yang ini kayaknya* dari para sesepuh blogger. Saya membaca satu persatu komentar diblog &lt;a href="http://www.yulian.firdaus.or.id"&gt;bang jay&lt;/a&gt; sang sesepuh blogger. Saya yang seringkali mampir untuk sekedar walking-walking ke blog-blog bermutu tadinya menanggapi komentar dengan id yusril ihza mahendra adalah fake, tapi belakangan si empunya id yusril ini mengaku kalau ia benar-benar yusril, mantan ketua partai PBB dan menteri yang sudah dua kali merasakan pahitnya dipecat. Bahkan yusril ini sempat bercerita dengan lugas kisah perjalanan dan curhat hidupnya selama ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambah ke bawah saya semakin tertarik dengan postingan demi postingan seputar komentar yusril tentang laksamana cheng ho, tulisan yang di post pada tanggal 24 Juni 2005 yang tadinya dikupas secara ringkas padat berisi *hehehe* oleh bang jay semakin rame oleh komentar-komentar para blogger. Pertanyaan dan komentar yang tadinya hanya seputar “protes” kepada bang jay karena iritnya tulisan di headline ketika itu, lantas berubah 180 derajat ke arah seputar penghakiman sang pemakai id yusril ihza mahendra. Para blogger semakin heboh lagi ketika si empunya id yusril semakin menunjukkan ke-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;yusril&lt;/span&gt;-annya, komentar-komentar para blogger untuk pak yusril agar ikut ngeblog juga ditanggapi ramah oleh beliau   &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saya berterima kasih atas saran agar saya membuat “blog”. Sejujurnya saya katakan, saya sangat awam soal internet. Saya tidak tahu apa artinya “blog”, apa kegunaannya, bagaimana membuatnya dan seterusnya. Mudah-mudahan ada yang sudi membantu menjelaskannya. Terima kasih dan salam hormat saya&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Dan dipenghujung blog walking, saya akhirnya menemukan blog baru mantan menteri ini, selamat ngeblog &lt;a href="http://www.yusril.ihzamahendra.com"&gt;pak yusril&lt;/a&gt; !!&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-6314483513979314193?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufarbi.blogspot.com/feeds/6314483513979314193/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3556385182951553518&amp;postID=6314483513979314193' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/6314483513979314193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/6314483513979314193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2007/11/akhirnya-yusril-ngeblog-juga.html' title='Akhirnya Yusril Ngeblog Juga'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R01sJ8Df47I/AAAAAAAAAFY/e8Mahhd4Kus/s72-c/yusril.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-1650825823861636274</id><published>2007-11-27T13:28:00.000+03:00</published><updated>2007-11-28T18:04:46.395+03:00</updated><title type='text'>Mumpung Murah !!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R0vyTsDf46I/AAAAAAAAAFQ/yrJ862sKsrA/s1600-h/foto.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R0vyTsDf46I/AAAAAAAAAFQ/yrJ862sKsrA/s320/foto.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137466220003451810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ternyata penggusuran tidak hanya milik bangsa kita. Kemarin selepas menjemput teman-teman mahasiswa baru saya secara tidak sengaja melihat pemandangan menarik, seorang penjual pakaian yang terlihat terburu-buru mengemasi barang dagangannya, tidak itu saja ada beberapa penjual sayur yang terlihat ketakutan ketika diinterogasi oleh beberapa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mabahis&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya bisa melihat dengan jelas karena memang apartemen yang saya tempati sekarang persis berada ditengah-tengah pasar. Atau lebih tepatnya diatas toko ikan, pakaian, ayam, dan sayur serta buah-buahan. Yang bikin saya tidak habis pikir toko-toko ini berdampingan, (mungkin selagi kita membeli ikan laut kita juga bisa sambil melihat-melihat dan menawar pakaian yang dipajang  tanpa ada etalase sama sekali hehehe…). Selama disini, baru 2 kali saya melihat secara langsung aksi para polisi menggusur para pedagang kecil. Yang pertama, penggusuran di sepanjang jalan utama dzakir husain, area operasi diimulai dari ujung Gate II sampe daerah sekitar terminal akhir asyir, yang bikin saya kaget, semua toko dan cafe  yang mendirikan tenda di emperan toko digusur dan dihancurkan dengan beberapa alat berat, info yang saya terima, mendirikan tenda permanen harus memperoleh ijin IMT (ijin mendirikan tenda hehehe) dari pemerintah setempat. Gak kebayang kalo ini juga diberlakukan aktif dan serampangan di Jabodetabek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemaren siang adalah penggusuran kedua yang saya lihat. Kesan saya, untuk kali ini polisi mesir cukup akomodatif dan sedikit berperasaan, mereka masih mempersilahkan para penjual mengemasi barang dagangannya. Saya yang waktu itu sedang membeli jeruk dan timun pun disuruh cepat-cepat untuk menyingkir. Niat  untuk mencari&lt;span class="selengkapnya"&gt; ceker pun urung dilaksanakan, semua penjual ayam dibawah apartemen saya sedang sibuk menyelamatkan ayamnya. Pikir saya, kalo pun toh saya ngotot menanyakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fi Rigl&lt;/span&gt; ? mungkin yang terdengar hanya umpatan-umpatan sang penjual, enta fi eh ya ‘aam, yallah ruuh….!@$(*^#$#  hehehe. Setelah menyelesaikan transaksi 5 &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Geneh&lt;/span&gt; saya, banyak asumsi-asumsi nakal yang muncul, salah satunya kemungkinan diskon besar-besaran yang akan terjadi nanti sore. Dan ternyata selepas adzan isya berkumandang, para penjual sayur yang tadi siang terlihat sibuk mengemasi barang dagangannya bermunculan kembali, dan teriakan-teriakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ayyi hagah bi geneh…ayyi hagah bi geneh &lt;/span&gt;(just one pound)… membuat saya yang tadinya sedang bermalas-malasan di kamar sambil berselimut ria  karena dinginnya udara saat itu kembali bersemangat  untuk turun ke bawah sekedar membeli beberapa kilogram sayuran, mumpung murah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-1650825823861636274?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufarbi.blogspot.com/feeds/1650825823861636274/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3556385182951553518&amp;postID=1650825823861636274' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/1650825823861636274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/1650825823861636274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2007/11/ternyata-penggusuran-tidak-hanya-milik.html' title='Mumpung Murah !!'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/R0vyTsDf46I/AAAAAAAAAFQ/yrJ862sKsrA/s72-c/foto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-7326434794161894708</id><published>2007-08-05T14:34:00.000+03:00</published><updated>2007-11-23T01:31:02.754+03:00</updated><title type='text'>Roy Suryo Dan Teks “Asli” Indonesia Raya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/Rrc7Rk_-znI/AAAAAAAAAE8/U2TrwqEqdK0/s1600-h/indonesia-raya.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/Rrc7Rk_-znI/AAAAAAAAAE8/U2TrwqEqdK0/s200/indonesia-raya.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095606676568854130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roy Suryo Dan Teks “Asli” Indonesia Raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemarin media sempat meramaikan isu penemuan teks asli Indonesia raya versi 3 stanza yang katanya sudah lama tersimpan di salah satu server museum di Belanda. Sang penemu; Roy suryo dan tim air putih mengklaim bahwa temuan mereka ini yang berdasarkan penelitian yang cukup lama adalah satu-satunya bukti otentik teks lagu Indonesia raya versi 3 stanza dalam bentuk film seluloid. Saya cukup tertarik dengan pernyataan sang penemu di situs berita &lt;a target="_blank" href="http://www.okezone.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=37563&amp;Itemid=67"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; font-weight: 400"&gt;okezone&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;blockquote&gt;Selama ini yang kita ketahui  hanya Indonesia Raya dalam satu stanza. Nah ini yang tiga stanza seperti lirik yang saya sampaikan,” tegas pakar telematika Roy Suryo, Jumat (3/8/2007) di warung Bakmi Kadin, Yogyakarta&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memahami dari pernyataan ini bahwa tidak ada video lain yang serupa selain milik mereka dalam versi 3 stanza. Kebanyakan bahkan hampir semuanya hanya memiliki versi 1 stanza saja. Saya kemudian tertarik dengan klaim pakar yang cukup kontroversial  ini, saya coba mencari-cari info seputar naskah asli teks Indonesia raya ini di internet, ternyata saya menemukan versi 3 stanza yang menurut tim air putih telah mereka temukan seluloid rekaman aslinya disalah satu server di belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;object width="425" height="350"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/6QvyLkdl1_s"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/6QvyLkdl1_s" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="350"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;Di situs &lt;a target="_blank" href="http://www.youtube.com/watch?v=6QvyLkdl1_s&amp;mode=related&amp;search="&gt;&lt;span style="text-decoration: none; font-weight: 200"&gt;youtube&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;saya menemukan video yang hampir mirip dengan apa yang ditemukan Roy Suryo dan timnya, saya hanya mencoba mengkomparasikan antara pernyataan roy dengan video yang terdapat di situs youtube. Berikut pernyataannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;lirik lagu dan gambaran suasana Indonesia zaman itu terekam dalam film seluloid asli yang dibuat pada bulan September 1944 (tahun Jepang 2604). Tiga bulan lalu, pria bernama asli KRMT Roy Suryo Notodiprojo, ini menemukan kembali seluloid rekaman asli itu di perpustakaan Leiden, Belanda&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Video yang telah saya lihat  di youtube ini hampir mirip kalau boleh dikatakan&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt; sama dengan apa yang dikemukakan Roy Suryo, lengkap dengan tanggal pembuatannya yang sama dengan apa yang ditemukan tim air putih, yaitu bulan September 1944 (disana tertulis tahun 2604). Video ini ternyata telah diupload oleh arto4805 sejak 19 Desember 2006, dan saya menjadi viewer yang ke 39.792. tapi sayang dari sekian komentar yang saya baca sang uploader tidak menyebut darimana asal video tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hal ini, pengakuan Roy Suryo dan relawan air putihnya bahwa merekalah yang telah menemukan dan mempublikasikan untuk yang pertama kalinya patut dipertanyakan. Tapi terlepas dari itu semua, Ry suryo dan timnya telah berhasil mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga bukti-bukti otentik sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. selamat dirgahayu ke 63 untuk Indonesiaku tercinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-7326434794161894708?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufarbi.blogspot.com/feeds/7326434794161894708/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3556385182951553518&amp;postID=7326434794161894708' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/7326434794161894708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/7326434794161894708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2007/08/roy-suryo-dan-teks-asli-indonesia-raya.html' title='Roy Suryo Dan Teks “Asli” Indonesia Raya'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/Rrc7Rk_-znI/AAAAAAAAAE8/U2TrwqEqdK0/s72-c/indonesia-raya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-8497857092475652588</id><published>2007-08-05T14:17:00.000+03:00</published><updated>2007-11-23T01:32:12.232+03:00</updated><title type='text'>Teks “Asli” Indonesia Raya Versi 3 Stanza</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/RrW0K0_-zlI/AAAAAAAAAEs/whCphqRFqMY/s1600-h/LaguIndonesiaRaya.jpg"&gt;&lt;img style="float:center; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/RrW0K0_-zlI/AAAAAAAAAEs/whCphqRFqMY/s320/LaguIndonesiaRaya.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095176651558276690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Teks “Asli” Indonesia Raya Versi 3 Stanza&lt;br /&gt;Inilah teks asli lagu Indonesia raya versi 3 stanza yang penulis copy dari situs &lt;a target="_blank" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia_Raya#Lagu"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; font-weight: 400"&gt;wikipedia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt; naskah teks asli lagu Indonesia raya ini juga banyak ditemukan dalam buku-buku sejarah terbitan tahun 80-an, berikut lirik aslinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(I)&lt;br /&gt;    Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku&lt;br /&gt;    Di sanalah aku berdiri jadi pandu ibuku&lt;br /&gt;    Indonesia kebangsaanku bangsa dan tanah airku&lt;br /&gt;    Marilah kita berseru Indonesia bersatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Hiduplah tanahku hiduplah negriku&lt;br /&gt;    Bangsaku rakyatku semuanya&lt;br /&gt;    Bangunlah jiwanya bangunlah badannya&lt;br /&gt;    Untuk Indonesia Raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Indonesia Raya merdeka merdeka&lt;br /&gt;    Tanahku negriku yang kucinta&lt;br /&gt;    Indonesia Raya merdeka merdeka&lt;br /&gt;    Hiduplah Indonesia Raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    (II)&lt;br /&gt;    Indonesia tanah yang mulia, tanah kita yang kaya&lt;br /&gt;    Di sanalah aku berada, untuk s’lama lamanya&lt;br /&gt;    Indonesia tanah pusaka, p’saka kita semuanya&lt;br /&gt;    Marilah kita mendo’a, Indonesia bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Suburlah tanahnya, suburlah jiwanya&lt;br /&gt;    Bangsanya, Rakyatnya semuanya&lt;br /&gt;    Sadarlah hatinya, sadarlah budinya&lt;br /&gt;    Untuk Indonesia Raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    (III)&lt;br /&gt;    Indonesia tanah yang suci, tanah kita yang sakti&lt;br /&gt;    Di sanalah aku berdiri, ‘njaga ibu sejati&lt;br /&gt;    Indonesia tanah berseri, tanah yang aku sayangi&lt;br /&gt;    Marilah kita berjanji, Indonesia abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    S’lamatlah rakyatnya, s’lamatlah putranya&lt;br /&gt;    Pulaunya, lautnya semuanya&lt;br /&gt;    Majulah negrinya, majulah pandunya&lt;br /&gt;    Untuk Indonesia Raya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-8497857092475652588?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufarbi.blogspot.com/feeds/8497857092475652588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3556385182951553518&amp;postID=8497857092475652588' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/8497857092475652588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/8497857092475652588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2007/08/teks-asli-indonesia-raya-versi-3-stanza.html' title='Teks “Asli” Indonesia Raya Versi 3 Stanza'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/RrW0K0_-zlI/AAAAAAAAAEs/whCphqRFqMY/s72-c/LaguIndonesiaRaya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-6358539931982820805</id><published>2007-07-15T12:37:00.000+03:00</published><updated>2007-07-15T16:57:45.559+03:00</updated><title type='text'>Arabisme dan Sepakbola</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/RpnvbYyX14I/AAAAAAAAAEk/Ma177OnqC4M/s1600-h/WasitGeblek-Ian.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/RpnvbYyX14I/AAAAAAAAAEk/Ma177OnqC4M/s400/WasitGeblek-Ian.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5087360507880920962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muak, kesal, sedih, bangga dan optimis, mungkin itu yang saya rasakan saat beberapa detik berlalu setelah menit-menit yang menegangkan. hanya dalama hitungan detik, point tambahan didepan mata gagal diraih timnas kita. banyak hal yang saya temui selama 90 menit lebih pertandingan antara indonesia vs arab saudi, determinasi, semangat, skill para punggawa timnas serta perjuangan pemain ke-12 yang tiada lelah mendukung timnas kebanggan kita, bahkan saat-saat terakhir dimana skor berbalik menjadi 2-1 teriakan-teriakan semangat dan yel-yel para suporter teruntuk timnas masih terdengar keras menggema di seluruh pojok GBK. tapi sayang determinasi dan semangat 45 dari eka ramdani, syamsul, maman abdurrahman, elie aboy dkk melawan tim yang hampir 24 tahun tak pernah absen menang dari timnas indonesia dinodai oleh keputusan-keputusan kontroversial yang diberikan oleh wasit yang ditunjuk oleh AFC, muhammad ali al-badawi wasit yang notabene berasal dari negara satu rumpun dengan si singa gurun saudi arabia, UEA. beberapa kali sang wasit mebuat keputusan yang kontroversial yang menimbulkan kerugian untuk timnas indonesia. bahkan dalam pertandingan kemarin, 5 kartu kuning dihaidahkan si arab dengan murah untuk timnas. tercatat atep, eka, syamsul,budi, firman dan maman mendapat kartu kuning. beruntung sang wasit tidak memberikan hadiah penalti untuk arab saudi. ala kulli hal, seharusnya afc selaku pemegang keputusan tertinggi harus lebih bijak dan arif serta teliti dalam memilih wasit dalam pertandingan-pertandingan krusial. tapi ada beberapa kabar-kabur yang penulis dengar bahwa sang presiden afc, muhammad hammad, salah satu legenda pesepakbola asal qatar berusaha "membela" negara serumpun yang masih memiliki kesempatan untuk melaju ke babak berikutnya, karena dua negara kontingen asal timteng yang lain, Oman dan UAE telah masuk kotak terlebih dahulu, lantas benarkah isu konspirasi memuluskan langkah tim asal timur tengah ?  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;wallahu a'lam...forza timnas indonesia.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-6358539931982820805?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufarbi.blogspot.com/feeds/6358539931982820805/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3556385182951553518&amp;postID=6358539931982820805' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/6358539931982820805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/6358539931982820805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2007/07/arabisme-dan-sepakbola.html' title='Arabisme dan Sepakbola'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/RpnvbYyX14I/AAAAAAAAAEk/Ma177OnqC4M/s72-c/WasitGeblek-Ian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-2972885556877826326</id><published>2007-04-20T02:44:00.000+03:00</published><updated>2007-05-11T14:00:37.154+03:00</updated><title type='text'>Poligami,antara dogma ,logika dan cinta</title><content type='html'>&lt;img src="http://i91.photobucket.com/albums/k302/jabriko/bs-wallpaper.jpg" border="0" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Poligami ; antara dogma, logika dan cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tiga perempuan yang berasal dari tiga kelas sosial, ekonomi dan suku yang berbeda membuka tabir tentang kehidupan poligami mereka. Perempuan-perempuan ini mengalami kondisi yang mirip satu sama lain, tetapi dengan latar belakang pribadi dan karakter yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru kemarin, selepas menyelesaikan beberapa tugas harian yang sudah lama menumpuk saya baru sempat menonton film berbagi suami. film yang kemarin sempat mendapat beberapa penghargaan dalam beberapa kategori di ffi kemarin. tadinya saya pikir film ini tidak jauh beda &lt;span style="font-style:italic;"&gt;citarasanya&lt;/span&gt; dengan film-film indo sebelumnya. tapi dugaan saya salah. film ini bertutur dengan citarasa yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;bentar.. masih belom sempet nerusin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-2972885556877826326?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufarbi.blogspot.com/feeds/2972885556877826326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3556385182951553518&amp;postID=2972885556877826326' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/2972885556877826326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/2972885556877826326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2007/04/poligami-antara-dogma-dan-logika.html' title='Poligami,antara dogma ,logika dan cinta'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-8782329662452675598</id><published>2007-04-15T01:45:00.000+03:00</published><updated>2007-04-20T02:33:40.573+03:00</updated><title type='text'>Orang Miskin Dilarang Sekolah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/RiFgupwZh_I/AAAAAAAAAD0/7zjxzmeMOFU/s1600-h/files.php.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/RiFgupwZh_I/AAAAAAAAAD0/7zjxzmeMOFU/s400/files.php.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5053426611485509618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Baru aja saya buka gatra. di headlinenya ada satu judul berita yang membuat saya tertarik dan tergelitik. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ORANG MISKIN BOLEH SEKOLAH&lt;/span&gt;.. so, what is the problem with the proletarian ? ya, lagi-lagi memang sistem pendidikan di negara kita masih berpihak terhadap orang-orang kaya. walaupun dalam beberapa tahun terakhir ini anggaran pendidikan perlahan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tapi tidak pasti&lt;/span&gt; mulai dinaikkan secara bertahap. toh, problematika anak-anak miskin yang tidak bisa mengenyam pendidikan sekolah tidak lantas berkurang, alih-alih justru malah bertambah. bocornya anggaran pendidkan di beberapa daerah disertai kurangnya pengawasan pemerintah membuat para calon penopang bangsa ini semakin tidak jelas menggapai masa depan. gw teringat bukunya eko prasetyo, ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH. Dilarang bukan &lt;/span&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;karena mereka tidak mampu mengikuti aktivitas pendidikan di sekolah, tapi karena semata-mata mereka tidak mampu menyetorkan sejumlah biaya yang ditentukan sekolah. memang uang memegang peranan penting dalam proses pendidikan yang bermutu, bahkan dalam sebuah acara di televisi, salah seorang pakar pendidikan Indonesia pernah menyatakan "pendidikan mahal adalah harga mati buat pendidikan yang berkualitas"  (kalau gw sih berharap pakar pendidikan yang satu ini sampai kapan pun tidak dipilih menjadi menteri pendidikan) dalam satu sisi gw setuju dengan pendapat ini, tapi disisi lain negara tidak boleh mengesampingkan atau bahkan menelantarkan anak-anak yang berpotensi besar untuk mendapatkan pendidikan yang sepatutnya. bahkan lembaga-lembaga pendidikan swasta pun yang notabene &lt;span style="font-style:italic;"&gt;berbisnis sambil mendidik setidaknya measukkan sekian persen dari anak didiknya yang berasal dari kaum menengah ke bawah, semata-mata sebagai usaha untuk membangun bangsa ini kembali, bangsa yang semakin lama semakin dicap sebagai bangsa yangber-sdm rendah. &lt;/span&gt;so, kalau boleh berandai, kapan kah sekolah di negeri kita  bisa gratis....??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;SMART&lt;br /&gt;Orang Miskin Boleh Sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Class Sweet Class di SMART Ekselensia Indonesia (Dok Lembaga Pengembangan Insani)"Orang kaya dilarang masuk". Bisa jadi, itulah jargon yang pantas diberlakukan di SMART (Sekolah Menengah Akselerasi Indonesia) yang berada di bawah naungan Lembaga Pengembangan Insani (LPI) Dompet Dhuafa Republika. Program ini merupakan pendidikan bebas biaya selama lima tahun bagi siswa yang kurang mampu. Untuk menyelesaikan pendidikan SMP dan SMA, hanya dibutuhkan waktu lima tahun. "Siswa kami adalah mereka yang berprestasi," kata Amru Asykari, Kepala SMART, kepada Gatra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMART berlokasi di Parung, Bogor, Jawa Barat. Gedung yang dipakai dulunya milik Sekolah Madania Boarding School. Karena Madania berpindah lokasi, gedung yang terletak di atas lahan seluas 2,8 hektare itu dibeli oleh Dompet Dhuafa Republika dengan harga Rp 6,8 milyar. Sejak tahun ajaran 2004, SMART yang diperuntukkan buat kaum duafa itu mulai beroperasi. Adapun kriteria miskin adalah 30% dari upah regional dikalikan jumlah anak. "Kalau di bawah 30%, berarti layak diseleksi," tutur Amru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja tidak semua anak dari keluarga miskin bisa jadi siswa di SMART. Ada tahapan yang mesti dilalui. Tahap pertama adalah seleksi yang dilakukan oleh mitra LPI. Para mitra itu bisa berasal dari lembaga swadaya masyarakat, lembaga amal zakat, bisa pula organisasi massa yang punya perhatian pada pendidikan. Mereka inilah yang melakukan jemput bola di 18 provinsi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap pertama adalah seleksi administrasi. Caranya dengan menyerahkan berkas rapor terakhir kelas VI SD. Prestasinya di kelas antara satu hingga lima besar. Bisa juga nilai rata-rata siswa 7 atau tidak memiliki angka 5 mulai kelas IV hingga VI SD. Karena terbatasnya daya tampung dan dana yang disediakan, dari 700 pendaftar hanya 35 siswa yang direkrut per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Daya tampungnya hanya segitu," Amru menjelaskan. Masing-masing kelas diisi 17 hingga 18 orang. Sampai tahun ketiga ini, SMART baru menampung siswa laki-laki, sedangkan siswi tengah dalam proses. Untuk membuktikan bahwa keluarga tersebut tidak mampu, rekomendasinya dikeluarkan dewan keluarga masjid (DKM). Ini berbeda dengan persyaratan pada umumnya yang menyertakan surat tidak mampu dari RT dan RW. "Kami sengaja memutus birokrasi supaya lebih mudah," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap berikutnya adalah tes akademik, yaitu matematika dan bahasa Indonesia. Tes bahasa Indonesia dilaksanakan dengan cara mengarang bebas. Siswa diminta mengarang satu halaman folio selama satu jam. Sedangkan pelajaran matematika berupa multiple choice sebanyak 40 soal. Yang lolos tahap ini akan maju ke babak berikutnya. Yakni psikotes untuk mengetahui kecerdasan emosi calon siswa. Dari semua tahapan tersebut, hasilnya dinilai dan didiskusikan oleh sebuah tim yang memilih 35 siswa dalam satu tahun pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kurikulum yang diajarkan di SMART merupakan gabungan dari Departemen Pendidikan Nasioanl (Diknas) dan kurikulum khas sekolah. Ada tujuh mata pelajaran pendidikan di SMART, yaitu Al-Quran, bahasa Inggris, PAI (pendidikan agama Islam), bahasa Arab, matematika, MIPA, dan teknologi informasi. Di sini juga ada quality assurance atau jaminan kualitas di setiap pelajaran. Sebagai contoh, untuk bahasa Inggris, quality assurance adalah setiap siswa yang lulus TOEFL-nya minimal 450. Sedangkan dalam mata pelajaran Al-Quran, juz 30 dan ayat-ayat pilihan harus hafal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena para siswa diasramakan, mereka juga dilatih untuk mandiri, cakap, dan berakhlak mulia. Setiap pukul 04.00 WIB, mereka wajib bangun dan selanjutnya menunaikan salat subuh berjamaah. Untuk salat-salat fardu lainnya, mereka selalu berjamaah di masjid yang ada di dalam kompleks. Keterampilan juga diajarkan di asrama, seperti cukur-mencukur rambut, pelajaran elektronika ringan, dan memasak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sepanjang pagi sampai sore suasana seperti di sekolah umum, di malam hari suasana seperti di pesantren. Usai salat magrib berjamaah, para siswa memperdalam ilmu-ilmu keislaman, seperti fikih, ibadah, dan qiroah. Perilaku dan tutur bahasa mendapat perhatian dari para guru pembimbing. Kekhasan SMART lainnya adalah tentang liburan sekolah. Tidak seperti sekolah pada umumnya, di SMART liburan jatuh pada Januari selama tiga pekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, meski Lebaran, para siswa tidak pulang kampung. Mereka merayakannya di asrama. "Ini sudah menjadi kesepakatan bersama," kata Amru. Maklum, bila para siswa pulang pas Lebaran, akan diperlukan dana besar karena peak season. Sebagai gantinya, dilakukan home stay. Caranya, ada beberapa siswa ketika Ramadan dipromosikan untuk home stay ke donatur di keluarga menengah ke atas. "Agar bisa merasakan bagaimana sosialisasi dengan menengah ke atas," ia menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada terobosan baru yang diterapkan pada tahun ketiga ini, setiap Senin seluruh guru dan siswa diimbau untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Sang guru pun bisa mengakses internet 24 jam penuh. SMART juga dilengkapi sebuah perpustakaan dengan 2.000 koleksi buku dan punya banyak program, seperti temu pengarang dan penulis, juga pelatihan-pelatihan untuk berbagai bidang keterampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski belum mengeluarkan lulusan, SMART ikut memberi sumbangan bagi dunia pendidikan di Tanah Air. Di tengah-tengah maraknya sekolah favorit yang mahal dan mewah, anak-anak dari kalangan duafa masih punya kesempatan untuk menggapai cita-cita. Dengan kualitas sumber daya insani yang dimiliki, setamat dari SMART, mereka mudah mendapat akses ke jenjang perguruan tinggi. Bisa jadi, dengan adanya sekolah unggulan untuk kaum duafa ini, Eko Prasetyo, penulis buku Orang Miskin Dilarang Sekolah, akan mengubah judul buku yang cukup menggelitik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rach Alida Bahaweres&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-8782329662452675598?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufarbi.blogspot.com/feeds/8782329662452675598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3556385182951553518&amp;postID=8782329662452675598' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/8782329662452675598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/8782329662452675598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2007/04/orang-miskin-dilarang-sekolah.html' title='Orang Miskin Dilarang Sekolah'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/RiFgupwZh_I/AAAAAAAAAD0/7zjxzmeMOFU/s72-c/files.php.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-8203380502685450011</id><published>2007-04-13T15:15:00.000+03:00</published><updated>2007-04-24T16:17:26.987+03:00</updated><title type='text'>ikatan preman dalam negeri (IPDN)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/Rh-B2ZwZh-I/AAAAAAAAADs/Anm8CQV6R_o/s1600-h/pidn+tai.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/Rh-B2ZwZh-I/AAAAAAAAADs/Anm8CQV6R_o/s320/pidn+tai.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5052900078559791074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karikatur ini sengaja saya ambil dari blog Tempointeraktif. setidaknya gambar ini cocok untuk menggambarkan kekesalan dan kejengkelan masyarakat terhadap salah satu kampus preman di indonesia. kampus yang katanya menjadi impian pemuda indonesia kebanyakan, disamping gratis (karena dibiayai APBD) juga adanya jaminan langsung dipekerjakan sebagai pe-en-es di daerah asal masing-masing. kekerasan demi kekerasan terus saja berlangsung bahkan ditradisikan di kampus yang notabene mencetak para pamong praja ini. Salah seorang anggota senat ipdn,Inu Kencana Syafei dalam  disertasinya yang akan disidangkan di universitas padjajaran menyebutkan, sejak tahun 1990 sampai 2005 telah terjadi 35 kasus tewasnya praja ipdn dan hanya 10 kasus diantaranya yang terungkap. kasus tewasnya praja wahyu hidayat pada tahun 2003 yang sempat menggegerkan dikalangan dunia pendidikan mulai membuka mata masyarakat akan boroknya sistem pendidikan dan kurikulum di ipdn.&lt;span class="selengkapnya"&gt; entah apa yang menjadi mainstream founding father IPDN ini, yang jelas sistem militerisasi, penghormatan yunior senior, dan hal-hal lain yang berbau serta melegalkan kekerasan berjalan sangat lumrah bahkan menjadi pemandangan sehari-hari. slogan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KALAU TAK BISA SENTUH HATI YUNIOR. SENTUH (baca ; pukul) ULU HATINYA&lt;/span&gt; mungkin sudah menjadi lagu wajib buat mereka. slogan ini bahkan diketahui sudah mendarah daging di setiap aktivitas keprajaan. satu hal yang masih menjadi tandas tanya, dimana peran para pendidik, dosen, bahkan rektor dalam melihat aksi-aksi kekerasan ini ? sudah barang tentu mungkin mereka juga ikut menikmati sampai tidak hati bahkan enggan untuk berhenti, berhenti untuk menggunakan hati nurani. semoga ipdn bisa merubah dirinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-8203380502685450011?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufarbi.blogspot.com/feeds/8203380502685450011/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3556385182951553518&amp;postID=8203380502685450011' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/8203380502685450011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/8203380502685450011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2007/04/institut-preman-dalam-negeri.html' title='ikatan preman dalam negeri (IPDN)'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/Rh-B2ZwZh-I/AAAAAAAAADs/Anm8CQV6R_o/s72-c/pidn+tai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-62509341175081760</id><published>2007-04-11T13:50:00.000+03:00</published><updated>2007-04-11T20:59:10.678+03:00</updated><title type='text'>INSTITUT PREMAN DALAM NEGERI</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang kayak gini nih bakal jadi pejabat kite... pantes aja birokrasi semrawut...&lt;br /&gt;&lt;embed width="430" height="389" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" src="http://s106.photobucket.com/player.swf?file=http://vid106.photobucket.com/albums/m264/hellofest/menteridesain/stpdn.flv"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-62509341175081760?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufarbi.blogspot.com/feeds/62509341175081760/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3556385182951553518&amp;postID=62509341175081760' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/62509341175081760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/62509341175081760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2007/04/yang-kayak-gini-nih-bakal-jadi-pejabat.html' title='INSTITUT PREMAN DALAM NEGERI'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-6935745183560176469</id><published>2007-04-09T15:18:00.000+03:00</published><updated>2007-04-09T15:30:38.323+03:00</updated><title type='text'>JOMBLO MANIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/Rhov4w9NfDI/AAAAAAAAADU/A69jRAk8m1c/s1600-h/jomblo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/Rhov4w9NfDI/AAAAAAAAADU/A69jRAk8m1c/s200/jomblo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051402584310250546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;sekedar info aja buat prens2 gw yang sempet mampir ke blog ini, yang kemaren sering pada nanyain, "bih, jomblonya udah ada belom ??". ini gw ambil dari blognya si "gila", kayaknya kalo bukan orang 'gila" gak mungkin deh bakalan bisa muncuin karakter 4 cowok geblek. haha... sorry ye bang adhitya kalo sempet baca tulisan gw..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jomblo &amp; Travelers' Tale&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tuesday, March 27, 2007&lt;br /&gt;Jomblo - Waktu Tayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kalian yang menonton Jomblo, ini ada update terbaru: Jomblo gak jadi pindah ke hari rabu. So, ini jadwal tayang 2 episode terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eps 13 = 1 April 2007 (minggu) - jam 22:00&lt;br /&gt;eps 14 = 8 April 2007 (minggu) - jam 22:00 (episode terakhir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur gua udah capek sama RCTI. yang pertama minta Jomblo diserialkan, mereka. Trus rating turun, mereka mundurin 1/2 jam tanpa announcement. Yang tiba-tiba ngecut di tengah episode, mereka juga. kemudian udah tau dicut, mereka mundurin lagi ke lebih malam. Mereka bilang mau pindahin ke hari rabu. Sekarang gak jadi. Sama sekali tidak ada komitmen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Low Rating&lt;br /&gt;Survey AC Nielsen untuk rating tv memang dijadikan patokan industri tv untuk melihat acara mana yang paling banyak ditonton. Jomblo selalu peringkat 20 something. Sepertinya RCTI tidak mau kehilangan pemirsa, jadinya mereka cut Jomblo. Padahal serial Jomblo ini kita desain untuk 26 episodeper season dengan komposisi:&lt;br /&gt;eps 13 = semi/minor season finale.&lt;br /&gt;eps 26 = season finale.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebenernya kalau mau dicut pun, sebaiknya di eps 13 agar pemirsa enak nontonnya. Eps 14 udah pembukaan dari 2nd half dari season itu. Tapi ya mau gimana, rating berbicara. Gua gak akan jadi orang pandir yang bilang bahwa rating tidak akurat karena gua gak punya pengetahuan ttg pengukuran rating. Gua juga gak akan bilang dengan pandirnya bahwa pemirsa belum cukup pintar utk ngerti jokes jomblo. bisa jadi gua yang gak ngerti selera penonton. So gua gak akan komentar banyak atas matinya Jomblo di TV. Sebenernya yang masih jadi misteri adalah: iklannya banyak dan beberapa sepupu gua yang masih SMA di tempat yang beda semua bilang bahwa jomblo selalu jadi bahasan mereka di senin pagi. Mau bidik pembantu? Pembantu gua juga nonton dan ngakak. So, I'm lost.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas survey yang paling dapat diandalkan menyatakan low rating dan business decisionnya adalah, cut. Sebagai orang yang berjiwa sales, gua jelas bisa menghormati bahwa decision itu adalah pure business decision. Mereka juga perlu cari uang. So, that's it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jomblo setelah ini&lt;br /&gt;By the way, so far yang kepikiran sama gua adalah, this is it. That's the end of Jomblo. Gua belum kepikiran apakah gua akan membuat novel sekuel Jomblo, atau bikin film lagi atau apa pun. Yang jelas gua taro kulkas aja dulu dan gua pikir baik-baik akan gua apakan keempat 4 geblek ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-6935745183560176469?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufarbi.blogspot.com/feeds/6935745183560176469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3556385182951553518&amp;postID=6935745183560176469' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/6935745183560176469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/6935745183560176469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2007/04/jomblo-mania.html' title='JOMBLO MANIA'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/Rhov4w9NfDI/AAAAAAAAADU/A69jRAk8m1c/s72-c/jomblo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-3381055151838334442</id><published>2007-04-08T15:41:00.001+03:00</published><updated>2007-04-09T18:46:54.353+03:00</updated><title type='text'>Ratusan Orang Protes Amandemen Kondtitusi Mesir</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ratusan Orang Protes Amandemen Kondtitusi Mesir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kairo (ANTARA News) - Protes dilakukan di sejumlah daerah Mesir, Minggu, untuk menentang amandemen konstitusi yang kata para pengecam akan melucuti kebebasan sipil warga Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak berwenang menahan lima aktivis setelah bentrokan meletus di pusat kota Kairo ketika polisi berusaha mencegah puluhan demonstran berkumpul di sebuah lapangan, kata satu sumber keamanan kepada AFP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamera-kamera beberapa wartawan foto disita oleh aparat keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota-anggota oposisi ingin menggalang dukungan bagi boikot terhadap referendum yang dijadwalkan berlangsung Senin mengenai perubahan 34 pasal konstitusi, yang dianggap pemerintah sebagai dorongan bagi demokrasi namun disebut pengecam sebagai upaya untuk memperluas kekuasaan presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 300 orang berdemonstrasi di luar kantor perhimpunan pengacara di kota Sinai El-Arish, Mesir utara, dengan membawa spanduk-spanduk dan meneriakkan slogan yang menentang amandemen yang diusulkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 400 orang berkumpul di Fayoum, sebelah selatan Kairo, untuk memprotes perubahan undang-undang itu, dengan meneriakkan "batalkan amandemen", sementara 500 orang lagi berkumpul di gubernuran Menufiya di kawasan Delta Nil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan orang juga melakukan protes di luar pengadilan utama di kota Ismailiya di kawasan Terusan Suez dengan membawa spanduk-spanduk yang menyebut amandemen itu sebagai "pelanggaran atas hak pribadi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah besar polisi ditempatkan di sekitar lokasi protes-protes tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok protes Kefaya (Cukup) juga berencana melakukan demonstrasi di kota kedua Mesir Iskandariya pada Senin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parlemen, yang didominasi oleh Partai Demokratis Nasional yang berkuasa, dengan suara mayoritas meloloskan amandemen atas 34 pasal konstitusi itu yang menurut mereka akan memperkuat demokrasi dan memerangi terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah front persatuan oposisi bersikeras bahwa perubahan itu hanya akan memperkuat cengkeraman rejim atas kekuasaan dan mereka mendesak para pendukung memboikot referendum tersebut. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright © 2007 ANTARA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-3381055151838334442?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufarbi.blogspot.com/feeds/3381055151838334442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3556385182951553518&amp;postID=3381055151838334442' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/3381055151838334442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/3381055151838334442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2007/04/ratusan-orang-protes-amandemen.html' title='Ratusan Orang Protes Amandemen Kondtitusi Mesir'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-936773537332297232</id><published>2007-04-08T15:38:00.000+03:00</published><updated>2007-04-09T18:47:32.772+03:00</updated><title type='text'>Mahasiswa Mesir Protes Dosen Lecehkan Islam</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mahasiswa Mesir Protes Dosen Lecehkan Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta (ANTARA News) - Sejumlah 79 mahasiswa Universitas Helwan, Mesir, melakukan protes terhadap dosennya, Dr Gabeer Mohamed El-Gazari, karena dinilai melecehkan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut seorang mahasiswa, Mostafa Ezzuddin, seperti dikutip suratkabar Al-Masri Al-Yawm, kasus itu bermula pekan lalu ketika sang dosen menyampaikan perkuliahan tentang perdagangan luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, para mahasiswa dikejutkan dengan sikap dosen tersebut dengan mengganti kalimat `Bismillah (Dengan nama Allah)` dengan kalimat `Bismi Amerika Al-Adhimah (dengan nama Amerika Agung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa di awal perkuliahan, dosen itu menulis di bagian kanan atas papan tulis, yaitu tanggal perkuliahan, di samping kalimat `Bismillahir Rahmanir Rahim`, tapi pada hari itu bukannya ditulis "Bismillah," namun muncul kalimat `Bismi Amerika` tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita harus menghormati semua agama. Setiap orang bebas menganut kepercayaan sesuai keyakinannya, dan di papan tulis ini pun kita hendaknya menulis tanggal Hijriyah dan Masehi secara bersamaan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mahasiswi berdiri menyatakan protes dan menolak pernyataan dosen itu, khususnya menyangkut `Bismi Amerika` tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sang dosen menolak protes itu dan mengatakan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;siapa yang mempunyai pertanyaan harap ditulis dan dikirimkan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karuan saja para mahasiswa menanyakan ihwal agama yang dianut sang dosen. Tapi dijawabnya, `Agama saya adalah Amerika, dan saya berharap menjadi hamba AS.`&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban itu, para mahasiswa semuanya keluar meninggalkan tempat perkulihaan, namun dosen itu memerintahkan penjaga pintu untuk menutup pintu agar mahasiswa tidak boleh keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, selidik punya selidik, ternyata sang dosen itu sedang dihinggapi penyakit jiwa, yang juga dibenarkan oleh keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, menurut Al-Jazeera, Rektor Universitas Helwan, Dr. Abel Hay Obeid, mengatakan tidak akan memberi sanksi terhadap dosennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada dosa bagi orang sakit," kata Rektor Obeid.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright © 2007 ANTARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-936773537332297232?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufarbi.blogspot.com/feeds/936773537332297232/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3556385182951553518&amp;postID=936773537332297232' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/936773537332297232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/936773537332297232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2007/04/mahasiswa-mesir-protes-dosen-lecehkan.html' title='Mahasiswa Mesir Protes Dosen Lecehkan Islam'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-2358406818952421777</id><published>2007-04-07T01:32:00.000+03:00</published><updated>2007-04-20T02:26:26.042+03:00</updated><title type='text'>ISLAM DAN PERDAMAIAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/Rif6milsLII/AAAAAAAAAD8/iLTZOOvGXmU/s1600-h/islam.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/Rif6milsLII/AAAAAAAAAD8/iLTZOOvGXmU/s400/islam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5055284646773533826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ISLAM DAN PERDAMAIAN &lt;br /&gt;(Melacak Akar-Akar Kekerasan dalam Agama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis sempat kaget, ketika Amiruddin mantan ketua Fismaba Mesir memperlihatkan sebuah sms dari Indonesia yang isinya meminta beberapa alumni MMA untuk mengisi beberapa kolom sebuah majalah sekolah termasuk  penulis sendiri. Sempat menolak juga ketika “dipaksakan” dengan judul Islam dan perdamaian melacak akar-akar kekerasan dalam agama, pula dengan batas minimal 5 halaman folio, wow ! Sedemikian rumitkah agama (dalam hal ini Islam tentunya) dalam pandangan “teman-teman kecil” penulis ?  atau dogma-dogma agama yang semakin tidak relevan seiring dengan berkembangnya era komputerisasi ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak ada agama dimanapun didunia ini yang mengajarkan pengikutnya kekerasan. Tidak kristen, Islam, konghucu atau agama yang lain. Walaupun dalam beberapa muqarrar materi kuliah studi perbandingan agama universitas Al-Azhar, penulis pernah menemukan bentuk pelegalan kekerasan dengan mengatasnamakan agama, bahkan  atas perintah agama.   Sebenarnya kalau kita melihat lebih obyektif lagi pada prinsipnya tidak ada satupun agama yang menganjurkan umatnya untuk bersikap kasar apalagi melakukan kekerasan, tapi ketika kita seringkali melihat tayangan berita baik media cetak maupun televisi, hampir di penghujung awal abad 21 ini kita disuguhi dengan kisah-kisah nyata kekerasan bahkan kriminalitas berkelas internasional bermotifkan agama. Masih terekam jelas dibenak kita peristiwa 9/11, bom Bali, bom Kuningan, atau bentuk-bentuk “kriminalitasi jihad” berskala besar lainnya.  Hal ini bukan berarti penulis terjebak dalam stigma atau bahkan stereotif barat (Baca : Amerika dan sekutunya) tentang terorisme Islam yang semakin populer melalui propaganda para “polisi dunia” tersebut. Akan tetapi lebih didasari atas keprihatinan penulis terhadap pola pikir oknum-oknum atau segelintir elit agama yang kurang bisa memahami teks-teks agama secara substansial dan proporsional bahkan terkesan salah total. Belakangan, kekerasan atas nama Islam, yang dilakukan beberapa kelompok di Indonesia, kembali menguat. Penyerangan terhadap keyakinan lain, mulai dari intimidasi, penyerbuan, hingga genderang perang suci, ditabuh keras. Lalu, apa yang menjadi akar kekerasan atas nama agama (Baca: Islam) terjadi ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara kekerasan atau bahkan akar-akar kekerasan dalam Islam tidak bisa terlepas dari konsep ajaran Islam itu sendiri sebagai rahmat bagi seluruh alam (termasuk penghuninya tentunya).  Karena Islam sendiri bermakna damai, tunduk, patuh dan pasrah yang berasal dari kata aslama-yuslimu islâman. Dalam ritual salat pun, yang merupakan kewajiban utama dalam Islam,&lt;span class="selengkapnya"&gt;ikrar terakhir yang diucapkan adalah memberikan keselamatan dan kedamaian bagi sesama umat manusia. Sebuah simbol bahwa muara akhir dari ajaran ini adalah perdamaian. Bahkan dalam sebuah perselisihan biasa, orang Islam bahkan dilarang mengawetkan konflik melebihi batas tiga hari. Ketika terjadi konflik, maka jalan islah atau perdamaian menjadi pilihan utama. Lebih-lebih untuk suatu pertengkaran yang disertai kekerasan. Islam sungguh tidak membenarkannya. Membunuh satu orang sama dengan membunuh banyak orang. Menyelamatkan satu nyawa sama dengan membebaskan banyak umat manusia. Itulah ruh Islam sebagai agama perdamaian. Agama anti kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Selain itu, sejarah tentang   perdamaian adalah sejarah yang cukup panjang. Sebab dalam sejarah kekuasaan Islam, utamanya pada  zaman dinasti Umayyah dan Abbasiyah, banyak ditemukan sejumlah orang-orang Yahudi dan Kristen yang menjadi bendahara, sekretaris, penterjemah, pengajar, team dokter, bahkan penasehat raja. Ini tidak lain disemangati, bahwa dalam sistem kekuasaan sekalipun perdamaian harus diutamakan, karena hampir tidak mungkin membangun tatanan masyarakat yang maju, adil dan sejahtera tanpa basis perdamaian yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Akan tetapi sejarah tentang kekerasan dalam Islam adalah sejarah hitam yang  tidak boleh dipandang sebelah mata lagi terutama oleh umat Islam sendiri. Karena menurut hemat penulis hanya lewat studi kritis terhadap teks serta telaah obyektif terhadap târikh, kita bisa menemukan bahwa benih-benih kekerasan itu mulai muncul semenjak wafatnya rasul Muhammad saw, umat Islam ketika itu ibarat ayam kehilangan induknya, pertentangan dan perpecahan terjadi disana-sini sampai akhirnya terpilihlah Abu Bakar sebagai khalifah pertama. Akan tetapi selang beberapa lama Abu Bakar terpilih menjadi khalifah, beliau membuat keputusan memerangi kaum yang tidak mau membayar zakat kepada pemerintahan ketika itu, tentunya Abu Bakar terlebih dahulu memvonis mereka dengan label murtad sehingga wajib diperangi, sebenarnya pada awalnya banyak diantara sahabat yang menolak putusan itu. Bahkan Umar berpendapat bahwa dakwaan murtad sebenarnya tidak tepat bagi orang Islam yang masih salat dan bersyahadat. Namun Abu Bakar tetap bersikeras, otoritas seorang khalifah tidak bisa diganggu gugat disamping demi persatuan Islam tentunya.  Penulis teringat analisa Muhammad Imarah dalam bukunya, Al-Islam wal Hurûb al-Dîniyah, ia menorehkan catatan kritis terhadap sejarah "perang terhadap orang murtad" (harb al-murtaddîn) itu. Label "murtad" bukan dalam ranah teologis--dalam arti, keluar dari agama--tapi dalam ranah politis. Kelompok itu bukan tidak mau membayar zakat, tapi tidak mau menyerahkan zakat kepada pemerintah pusat yang dipimpin Abu Bakar setelah Rasulullah mangkat. Mereka merupakan kelompok pembangkang (al-bughât) dan menolak kepemimpinan Abu Bakar. Pemikir politik Islam asal Maroko, Muhammad Abid Jabiri, memberikan kesan yang sama. Perang itu bertujuan menjaga formasi kedaulatan Islam yang masih dini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sejarah Islam kembali ternoda lagi lewat peristiwa menyedihkan pembunuhan sesama muslim, peristiwa pembunuhan Khalifah terpilih Usman bin Affan. Dalam sejarah klasik kita bisa membaca bahwa faktor utama terjadinya pembunuhan itu tidak lain adalah kecemburuan sosial atas kepemimpinan nepotisme yang dianut Usman. Ia terlalu banyak mengangkat keluarganya menjadi pejabat pemerintah. Posisi-posisi penting diserahkannya pada keluarga Umayah. Yang paling kontroversial adalah pengangkatan Marwan bin Hakam sebagai sekretaris negara. Banyak yang curiga, Marwan-lah yang sebenarnya memegang kendali kekuasaan di masa Ustman. Hal ini patut disadari karena ketika terpilih Usman sudah terbilang cukup tua, 70 tahun. &lt;br /&gt;Di masa itu, posisi Muawiyah bin Abu Sofyan mulai menjulang menyingkirkan nama besar seperti Khalid bin Walid. Amr bin Ash yang sukses menjadi Gubernur Mesir, diberhentikan diganti dengan Abdullah bin Abu Sarah -keluarga yang paling aktif berkampanye untuk Ustman dulu. Usman minta bantuan Amr kembali begitu Abdullah menghadapi kesulitan. Setelah itu, ia mencopot lagi Amr dan memberikan kembali kursi pada Abdullah. Ketidakpuasan menjalar ke seluruh masyarakat. Beberapa tokoh mendesak Ustman untuk mundur. Namun Ustman menolak. Ali mengingatkan Ustman untuk kembali ke garis Abu Bakar dan Umar. Ustman merasa tidak ada yang keliru dalam langkahnya. Malah Marwan berdiri dan berseru siap mempertahankan kekhalifahan itu dengan pedang. Situasai tambah panas. Sampai akhirnya beberapa rombongan dari Mesir, Kufah dan Basrah mengepung rumah Usman sehingga terjadilah peristiwa pembantaian sesama muslim yang mencoreng sejarah itu.&lt;br /&gt;     Dalam sejarah klasik disebutkan seorang bernama Al Ghafiki menghantamkan besi ke kepala Ustman, sebelum Sudan bin Hamran menusukkan pedang. Pada tanggal 8 Zulhijah 35 Hijriah, dalam usia 82 tahun Ustman menghembuskan nafas terakhirnya sambil memeluk Quran yang dibacanya. Sejak itu, kekuasaan Islam semakin sering diwarnai oleh tetesan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sejarah kembali mencatat beberapa peristiwa penting pembunuhan besar-besaran sesama muslim pasca pembunuhan Usman.  Dimulai dari konflik Ali versus Muawiyah yang akhirnya juga ikut menyeret Ummul Mukminin Aisyah juga sahabat Thalhah bin Ubaidillah serta Zubair bin Awwam. Dalam perang Jamal,  kubu Ali berhasil mendapatkan kemenangan. Aisyah sendiri tertawan setelah tandu untanya dipenuhi anak panah. Sedangkan sahabat Zubair tewas sementara Thalhah terluka parah. 10 ribu orang tewas dalam perang sesama muslim ini. Kemudian disusul dengan perang Shiffin, perang dihulu sungai Eufrat diperbatasan antara Irak-Syiria. Puluhan ribu Muslim mati dalam perang ini. Dimulai dari perang inilah ¬¬(yang kemudian para ulama menamakan peristiwa ini al-fitnah al-kubro) terjadi puncak perpecahan dan kekerasan dalam sejarah Islam. Munculnya aliran Syiah (kubu Ali) dan Khawarij yang akhirnya memvonis halal darahnya orang-orang yang menerima tahkim termasuk Ali (yang kemudian tewas terbunuh oleh Abdurrahman bin Muljam), Muawiyah, serta Amru bin Ash. Kemudian pembunuhan serta penghinaan terhadap semua keturunan Ali oleh daulah bani Umayyah ketika itu, sampai akhirnya dari situlah  kekerasan demi kekerasan menghiasi wajah Islam, perpecahan demi perpecahan terjadi, firqoh-firqoh bermunculan serta tentunya dengan klaim sesat satu sama lainnya bahkan saling klaim murtad atau kafir, bahkan saling serang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Inilah yang penulis anggap bahwa perlunya telaah obyektif terhadap sejarah serta studi kritis teks-teks agama. Dari sini kita bisa melacak dimana sebenarnya faktor-faktor atau akar-akar yang menyebabkan kekerasan atas nama agama itu terjadi. Karena sebagaimana yang penulis sebutkan diawal bahwa tidak ada satupun agama yang mengajarkan umatnya kekerasan. Semuanya hanya bermula dari kepentingan, baik kepentingan teologis, politik, kelompok, pribadi, dan lain sebagainya. Atau dengan bahasa singkat, kepentingan segelintir okum-oknum agamis. Lantas bagaimana dengan studi kritis terhadap teks ?&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;      Ada analisa menarik yang disampaikan Nasr Abu Zayd, pemikir muslim asal Mesir yang baru saja mendapatkan penghargaan Averroes, tahun 2005,  Ia menuturkan bahwa  problem utama dalam kekerasan atas nama agama adalah interpretasi. Pada umumnya, umat agama-agama adalah korban dari penafsiran atas teks.  Yang mempengaruhi kesadaran keberagamaan pada umumnya adalah kesadaran yang terpaku dan terbatas pada teks tertentu, serta mengabaikan teks-teks yang lain. Pada akhirnya, penafsiran yang lahir adalah penafsiran yang mengalami kemandulan intertekstualitas. Artinya, teks tidak bisa menegosiasikan dan dinegosiasikan dengan teks-teks yang lain. Yang benar hanya teks ini, selain itu tidak ada kebenaran. Teks ini harus diterapkan, bila tidak agama tidak akan tegak. Begitulah kesadaran teologis yang menyebabkan lahirnya kekerasan dengan mengatasnamakan teks. Mereka masih menganggap bahwa teks adalah produk langit yang tidak boleh dikotori dengan pemikiran-pemikiran nakal, semuanya harus kembali kepada teks tanpa ada usaha untuk memaknai kembali (interepretasi) makna-makna yang terkandung serta usaha untuk menegosiasikan teks dengan teks yang lain. Akibatnya agama terkesan kaku bahkan dalam satu sisi terlihat ekstrim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sudah terlalu sering kita mendengar fatwa-fatwa beraroma kekerasan sesama muslim, label halal darahnya seseorang atau para penganut aliran tertentu adalah yang paling sering menggema dalam dunia Islam, Indonesia juga tentunya. Secara sewenang-wenang, mereka menggunakan sebaris hadis, "man baddala dînahu faqtulûhu" ("barang siapa yang mengganti agamanya, maka bunuhlah ia"). "Mengganti agama" dimaknai murtad, kafir, atau sesat. Fatwa tersebut seperti vonis dalam pengadilan in absentia, tanpa klarifikasi dan pembelaan, dengan dakwaan sepihak. Meskipun demikian, umat Islam yang awam tidak mau tahu dengan prosedur yang tidak sehat itu; yang ditangkap hanya ujungnya: orang ini murtad, kelompok itu sesat, maka dibunuh saja!  Sejarah mencatat ancaman-ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada orang-orang yang dianggap nyeleneh secara pemikiran : Ibnu Araby, Ibnu Rusyd, Syaikh Muhammad Ad-Dzahabi (ulama Azhar yang mumpuni yang akhirnya tewas dibunuh oleh jamaah Takfîr wal jihad setelah divonis murtad secara sepihak), Farag fauda (tewas tertembak didepan rumahnya), Nasr Hamid Abu Zayd (yang akhirnya diminta kembali dari pengungsiannya di Leiden oleh Syaikh Azhar sekarang, As-Syeikh Prof. Dr. Sayyid Muhammad At-Thantawi untuk kembali mengajar di almamaternya), Farid Masdar (sempat diancam akan ditangkap dan dibunuh ketika berkunjung ke Mesir dalam rangka sebuah lokakarya), atau bahkan Ulil Abshar Abdalla yang sempat divonis halal darahnya oleh kelompok tertentu di Bandung. &lt;br /&gt;Penggunaan idiom-idiom teologis pada fatwa--yang pada hakikatnya adalah "opini legal manusia"--mampu meniupkan roh kekuatan dan kebanggaan bagi siapa saja yang bersedia "mengorbankan dirinya" untuk menjalankan "misi suci" itu. Imam Samudra, terpidana kasus bom Bali, tersenyum lebar, tidak merasa bersalah atau berdosa, bahkan bangga, setelah membunuh ratusan orang sipil di Bali, yang diyakini sebagai jihad. Bahkan hukuman mati yang dijatuhkannya dianggap sebagai jalan tercepat menuju surga tanpa hisab.&lt;br /&gt; Dari semua  yang telah penulis kemukakan diatas tentang telaah obyektif pelaku-pelaku sejarah (tarikh) serta studi kritis terhadap teks-teks agama dapat menjelaskan dengan sangat sederhana, tapi penting, bahwa masalah dan jalan keluar dari maraknya aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama belakangan ini harus dimulai dari para elit agama itu sendiri seperti: juru ceramah, da'i, kiai, ulama dan pimpinan umat. Sebab dalam struktur masyarakat dalam dua katagori, ada yang "dita'ati" dan "mena'ati", maka sistem yang berlaku adalah top down. Di sini, komitmen para ulama untuk menggali nilai perdamaian harus diletakkan pada urutan pertama. Karena kalau kita mencoba untuk merunut, bahwa yang disebut "teks agama" pada akhirnya adalah ulama. Mereka yang memonopoli tafsir keagamaan, bahkan hanya satu-satunya tafsir alternatif.&lt;br /&gt;Kita semua menyadari, bahwa reformasi agama sesungguhnya adalah reformasi para pemimpinnya: reformasi ulama. Pengalaman reformasi di Mesir relatif berhasil dan sukses, karena Syaikh Muhammad Abduh sebagai ulama dan tokoh agama mampu melahirkan pemikiran-pemikiran progresif. Karenanya, hingga sekarang di lingkungan al-Azhar, dalam setiap zaman selalu muncul para reformis, yang selalu mengedepankan wawasan keagamaan yang damai dan mendamaikan.&lt;br /&gt; Mudah-mudahan hari esok akan senantiasa cerah, secerah agama yang mengajarkan kita akan pentingnya perdamaian. ‘Alâ bi dzikrillâh tathmainnall qulub.  Wallâhu A’lam !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Rab’ah El-‘Adaweya, 12 Rabiul Awwal 1427 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-2358406818952421777?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/2358406818952421777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/2358406818952421777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2007/04/islam-dan-perdamaian-melacak-akar-akar.html' title='ISLAM DAN PERDAMAIAN'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/Rif6milsLII/AAAAAAAAAD8/iLTZOOvGXmU/s72-c/islam.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-3734787638009890408</id><published>2007-03-16T21:21:00.000+03:00</published><updated>2007-04-06T21:13:31.157+03:00</updated><title type='text'>Merindumu...</title><content type='html'>Apakah setiap putih akan dijawab dengan hitam&lt;br /&gt;Akankah setiap biru harus disandingkan dengan abu-abu&lt;br /&gt;Apakah setiap kuning akan dijawab dengan putih&lt;br /&gt;Ataukah merah akan dijawab dengan hijau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak memilih warna tapi warna itu yang mengerlip dalam hati&lt;br /&gt;Aku tidak memilih putih tapi putih itu yang mengisi hati&lt;br /&gt;Aku tidak memilih merah tapi merah itu yang mengerling dalam hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak kuasa memilih warna, seperti halnya&lt;br /&gt;Aku tak kuasa menolak warna yang hadir&lt;br /&gt;andai warna yang kuharap mungkur&lt;br /&gt;adalah tanda kekuasaan-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                          Wie, July 2004&lt;br /&gt;                                          Aku, yang selalu merindukanmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-3734787638009890408?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/3734787638009890408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/3734787638009890408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2007/03/merindumu.html' title='Merindumu...'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-9095883643287120591</id><published>2007-02-22T19:51:00.000+03:00</published><updated>2007-02-22T19:58:42.049+03:00</updated><title type='text'>FISMABA HOW LONG CAN YOU GO ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/Rd3LsdTl40I/AAAAAAAAACk/l7xKZ_YV8fg/s1600-h/4.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/Rd3LsdTl40I/AAAAAAAAACk/l7xKZ_YV8fg/s200/4.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5034403923111568194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir genap satu dasawarsa nama fismaba mengudara di blantika organisasi masisir.  Nama yang tidak hanya sekedar tercatat di PPMI sebagai salah satu organisasi almamater  resmi di kairo tapi juga nama yang sedikit memberi warna di kancah aktivitas pegiat organisasi masisir. Mungkin pandangan ini terkesan subyektif, tapi kalau kita teliti lagi satu demi satu agenda kegiatan para pegiat organisasi (aktivis) mungkin stigma ini ada sedikit benarnya. &lt;br /&gt;Penulis sendiri memang belum pernah melakukan penelitian yang mendalam tentang hal ini, tapi secara hitungan kasar, hampir lima puluh persen pegiat organisasi masisir bisa dipastikan namanya tercatat sebagai anggota fismaba entah aktif atau tidak. Sebut saja organisasi kekeluargaan seperti KSW, Gama Jatim, FOSGAMA, dan lain sebagainya. Atau organisasi dan aktivitas diluar kekeluargaan seperti Muhammadiyah, NU, Fatayat, Terobosan, Informatika dan sebagainya. Secara tidak langsung hal ini membuktikan bahwa fismaba (baca; anggotanya) mampu memberikan warna pada kancah aktivitas masisir. Tapi sudahkah mereka memberikan warna yang berbeda pada organisasi yang notabene merupakan organisasi asal mereka ?&lt;br /&gt;Sebuah jawaban singkat dan mudah bisa kita dapatkan dari sepinya peserta dalam hampir setiap kegiatan fismaba. Mulai dari diskusi al-Fikr, peringatan hari besar Islam, acara-acara yang sifatnya insidentil, keputrian, dan lain sebagainya. Bahkan dalam acara sekaliber seminar tentang metodologi al-Azhar yang  diadakan tahun kemarin, kehadiran anggota fismaba bisa dihitung dengan jari.&lt;br /&gt;Penulis teringat diskusi-diskusi yang semakin lama semakin berkurang saja peminatnya. Kegiatan-kegiatan keputrian yang hanya dihadiri segelintir teman-teman putri yang selalu saja dengan wajah yang sama dan hal-hal lain yang tidak etis kalau penulis sebutkan disini.&lt;br /&gt;Satu hal yang ingin penulis tegaskan bahwa tidak ada maksud apapun dalam tulisan ini kecuali menggugah kesadaran para anggota fismaba untuk lebih mewarnai dinamika perjalanan organisasi yang sudah hampir genap satu dasawarsa ini. Organisasi yang tidak hanya butuh dukungan material semata, tapi juga dukungan keaktifan anggota itu sendiri, dukungan semua warganya baik putra maupun putri. Sehingga akan muncul abah-abah fismaba yang baru yang akan menjaga keberlangsungan fismaba itu sendiri, dan tidak ada lagi kasak-kusuk dibelakang bertanya, fismaba how long can you go ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-9095883643287120591?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufarbi.blogspot.com/feeds/9095883643287120591/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3556385182951553518&amp;postID=9095883643287120591' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/9095883643287120591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/9095883643287120591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2007/02/fismaba-how-long-can-you-go-hampir.html' title='FISMABA HOW LONG CAN YOU GO ?'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/Rd3LsdTl40I/AAAAAAAAACk/l7xKZ_YV8fg/s72-c/4.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3556385182951553518.post-1575721755105846567</id><published>2007-01-12T17:24:00.000+03:00</published><updated>2007-01-26T13:04:37.693+03:00</updated><title type='text'>Menapak Jejak mengenal watak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/RaeawfpkbMI/AAAAAAAAACQ/8raLve0bcS4/s1600-h/hitam+putih.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/RaeawfpkbMI/AAAAAAAAACQ/8raLve0bcS4/s200/hitam+putih.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5019150467647958210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Metodologi Penafsiran al-Qur’an&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;( Sebuah Pengantar )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iftitah&lt;br /&gt;Wahyu dalam Islam menjadi pembahasan utama dalam memahami maksud-maksud Tuhan. Tidak lain karena wahyu merupakan satu-satunya legal medium antara Tuhan dan sang utusan dalam proses penyampaian risalah dan kandungan wahyu yang dikehendaki-Nya kepada seluruh umat manusia. Wahyu sering disebut juga sebagai firman Tuhan. Kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul seperti Taurat, Zabur, Injil dan al-Qur’an ataupun kitab-kitab shuhuf lainnya adalah wahyu dari Allah, disebut wahyu karena kandungan ataupun substansinya adalah murni turun dari Allah Swt. Dengan bahasa singkat, bahwa Allah adalah sang pemberi wahyu dan para utusan-Nya adalah para penerima wahyu yang mempunyai konsekuensi logis untuk menyebarkan ajaran yang dikehendaki-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu adalah wujud interaksi antara sang pencipta dan utusan-Nya; pemberi dan penerima. Wahyu terdiri dari dua macam. Tertulis dan tidak tertulis. Wahyu tak tertulis adalah wahyu-wahyu yang diberikan kepada para nabi-nabi yang tidak diperintahkan untuk menyebarkan ajarannya. Sedang wahyu tertulis adalah kitab atau shuhuf yang diturunkan kepada para rasul yang ditugaskan untuk mengajarkan dan menyebarkan kepada seluruh umatnya sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang menjadi titik permasalahan disini adalah perbedaan keterikatan antara wahyu yang tak tertulis dan tertulis. Wahyu tak tertulis adalah merupakan wahyu yang bersifat pribadi, wahyu yang khusus ditujukan kepada sang penerima saja. Entah itu berhubungan dengan pola kehidupan sehari-hari sang penerima ataupun hal-hal lain yang tidak diketahuinya. Wahyu seperti inilah yang tidak memerlukan adanya proses tafsir dan takwil yang panjang, karena sekali lagi hanya cukup berhubungan antara sang Pemberi dan penerima. Berbeda kasusnya dengan wahyu tertulis. Wahyu yang berupa kitab atau lampiran-lampiran (shuhuf) yang pada umumnya ditujukan kepada manusia secara umum dengan berbagai kondisi dan pola pikir yang berbeda. Sehingga sangat mungkin bahkan menjadi sebuah keharusan akan munculnya berbagai macam penafsiran yang beragam. Dalam beberapa kitab tafsir bahkan sering kita temukan diskusi-diskusi ataupun perdebatan kecil diantara para sahabat tentang makna kata tertentu dalam al-Qur’an. Konklusinya, di zaman sahabat saja yang notabene masih hidup berdampingan dengan Rasulullah sudah muncul perbedaan dalam memahami kata-kata di dalam al-Qur’an apalagi kita yang hidup 13 abad setelah rasul Muhammad menerima wahyu untuk yang pertama kali. Satu jawaban singkat dan logis dari penafsiran yang beragam ini adalah ketidaksamaan kemampuan manusia dalam memahami substansi wahyu. Dalam hadist disebutkan bahwa, “kami para nabi diperintah untuk berkata kepada manusia (menyebarkan ajaran-Nya) sesuai dengan tingkatan kemampuan berpikirnya”. Maka, al-Qur’an sebagai satu-satunya kitab suci yang terakhir yang ditujukan kepada seluruh umat manusia dan segala era harus rela untuk menerima segala penafsiran dan pentakwilan yang beragam dari berbagai manusia dengan berbagai macam tipologi pemikirannya. Karena nash al-Qur’an yang cukup singkat dan terbatas harus selalu digali makna dan kandungannya untuk menjawab segala problematika kemanusiaan dan tantangan globalisasi zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Etimologis Tafsir dan Takwil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses memahami makna dalam al-Qur’an kita mengenal dua istilah penting, tafsir dan takwil. Hampir di semua buku tentang kodifikasi tafsir, penulis menemukan keseragaman akan keterikatan antara tafsir dan takwil. Membahas tafsir ataupun metode dalam penafsiran maka serta merta akan membahas tafsir dan takwil itu sendiri. Karena memang dua hal ini adalah pintu awal menuju penafsiran makna teks al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makna” dari sebuah ungkapan ataupun perkataan adalah tujuan atau maksudnya. Sedang makna tafsir sendiri kembali pada arti menjelaskan dan menyingkap. Asal kata tafsir dalam bahasa Arab kembali kepada dua kata yaitu  fa-sa-ra dan sa-fa-ra.  Jika dilihat dari kata fa-sa-ra, maka tafsirah berarti sepercik air seni yang diamati dan diteliti oleh seorang dokter. Karena dengan mengamati dan meneliti kandungan zat yang berada pada air seni itu dapat menyingkap sebab “illah” sakit orang tersebut.  Dengan demikian makna kata tafsir berdasarkan asal kata fa-sa-ra adalah kasyf (menyingkap) asal illat (penyebab) penyakit yang dalam kaitan masalah ini memerlukan obyek dan analisa yang tepat. Maka, tidak setiap orang bisa melakukan tugas tersebut. Karena orang yang dapat melakukan tafsir hanyalah dokter ataupun orang yang memiliki keahlian dalam mendiagnosa penyakit. Logisnya, seorang mufassir al-Quran adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk menyingkap makna ayat yang terkandung didalamnya.  Jika dilihat dari asal kata sa-fa-ra, maka tafsir juga berarti penyingkapan. Dikatakan asfarat al-mar’ah sufûran, jika dia menyingkap kerudungnya dari wajahnya. Atau berarti kejelasan atau bercahaya.  Dikatakan asfara as- subh idzâ adhâa, jika matahari bersinar. Berdasarkan dua makna asal kata tafsir diatas, dapat disimpulkan dengan mudah bahwa makna tafsir adalah penyingkapan makna (kasyf). Dan di dalam al-Qur’an kata tafsir  digunakan dengan menunjukkan arti “al-bayân” atau penjelasan, sebagaimana firman Allah Swt.  “Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kata tafsir disebut sekali dalam al-Qur’an, maka kata takwil disebut sebanyak 17 kali. Maka, secara otomatis kata takwil lebih sering dipakai dalam al-Qur’an daripada tafsir. Hal ini mungkin disebabkan karena kata takwil lebih akrab dikenal oleh kebudayaan sebelum islam yaitu yang berhubungan dengan tafsir mimpi atau disebut dengan ta’wîl al-ru’yah atau al-ahlâm. Jika kita telaah lebih teliti lagi kata ta’wîl dalam al-Qur’an seperti dalam ayat cerita nabi Yusuf, maka makna kata takwil lebih dekat dengan takwil mimpi. Tetapi dalam ayat lain disebutkan “Yusuf berkata: Tidak disampaikan kepada kamu berdua makanan yang diberikan kepadamu melainkan aku telah dapat menerangkan takwilnya (jenis makanan itu) sebelum itu sampai kepadamu.”  Takwil disini mempunyai makna memberitahukan kejadian sebelum terjadi, Seperti kisah antara nabi Musa dan Khidir “Aku akan memberitahumu takwil (tujuan) perbuatan yang kamu tidak dapat bersabar terhadapnya” (QS. Al-Kahfi : 87). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Terminologis Tafsir dan Takwil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita telaah makna etimologis antara tafsir dan takwil, maka terkesan dipahami bahwa tafsir adalah penyingkapan makna melalui media atau perantara tertentu untuk sampai pada makna tertentu. Berbeda dengan takwil, karena takwil tidak selamanya harus melalui perantara tersebut. Bahwasanya ada perbedaan penting antara keduanya, yaitu bahwa tafsir selalu membutuhkan perantara penafsiran, yaitu media yang menjadi titik tolak seorang mufassir untuk sampai pada kejelasan makna yang diinginkan. Sementara takwil adalah proses yang tidak selamanya membutuhkan media ini, tapi kadang berlandaskan pada gerakan akal ijtihady semata dalam menyingkap asal fenomena. Dengan kata lain hubungan langsung yang mencerminkan antara subyek dan obyek.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal di atas, hampir sebagian besar ulama yang mendefinisikan tafsir sebagai ilmu tentang turunnya ayat, surat, kisah-kisah, dan isyarat-isyarat di dalamnya, kemudian tentang urutan makkiyah dan madaniyahnya, muhkam dan mutasyabbihnya, nasikh dan mansukhnya, ‘am dengan khosnya, mutlak dengan muqayyadnya sertas mujmal dengan mufasshalnya.  Dan secara faktual, tafsir terlihat lebih dekat dengan aspek diluar nash yang berhubungan dengan asbâb al-nuzûl, nasikh-mansukh, makki-madani, ‘am-khos, mutlaq-muqayyad dan sederet perangkat lainnya. Cara mengetahui semua perangkat ilmu yang disebut diatas hanyalah dengan riwayah. Dalam tafsir, seorang mufassir tidak memiliki ruang ijtihad yang cukup luas dalam memahami maksud nash. Secara teoritis dan praktis, dia harus memahami nash berdasarkan perangkat tafsir; baik itu hadist, perkataan sahabat atau tabi’in yang dianggap dapat mempresentasikan makna kandungan nash. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tafsir adalah pintu menuju takwil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takwil menurut ulama ushul mempunyai definisi yang beragam. Meskipun berbeda dalam hal mendefinisikan takwil, tapi pada substansinya adalah sama. Ibnu Qudâmah berpendapat bahwa takwil adalah istilah dari kemungkinan yang diperkuat oleh dalil sehingga dengan itu menjadi sangat mungkin (aghlab al-dzan) dari makna yang ditunjukkan oleh dzahirnya.  Atau bisa disebut serupa dengan pengalihan lafadz dari makna sebenarnya kepada makna metafora (majâz).  Dapat diambil satu kesimpulan-berdasarkan pendapat ini- bahwa takwil dan majâz bertemu dalam satu titik persamaan, yaitu pengalihan makna lahiriyah ke “makna dalam” sesuai konteks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takwil dalam studi ilmu al-Qur’an juga memiliki banyak definisi terminologi yang beragam. Dalam satu pendapat disebutkan bahwa tafsir berdasarkan pada ilmu riwayah sedang takwil lebih terfokus pada ilmu dirayah. Takwil digunakan pada hal-hal yang bersifat ketuhanan, sementara tafsir pada selainnya. Tafsir lebih umum daripada takwil, sebab tafsir umumnya terpaku pada ‘kata” sementara takwil terfokus pada “makna.”  Dari sekian pendapat ini, penulis lebih cenderung memilih kepada pendapat pertama yang mengatakan bahwa takwil adalah ilmu untuk menyingkap makna nash yang berdasarkan pada pengetahuan (dirâyah) penakwil. Takwil lebih berkaitan pada pengambilan kesimpulan, sedangkan tafsir lebih cenderung pada nash dan riwayat.  Dalam perbedaan ini, terdapat dimensi pokok proses penakwilan, yaitu peranan mufassir dalam membaca teks dan menangkap maknanya. Tetapi, peranan  penakwil dalam menghadapi teks bukanlah peran mutlak yang memungkinkannya dapat memaknai nash sesuai hawa nafsunya serta kecenderungan ideologis semata.  Bahkan takwil harus berlandaskan pada beberapa studi pokok yang berhubungan dengan nash sebagaimana dalam tafsir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsir dan takwil adalah dua pintu dalam memahami makna dan kandungan al-Quran. Dua hal ini mempunyai karakteristik yang berbeda. Jika tafsir dalam makna bahasanya berarti menyingkap, maka tafsir adalah piranti dalam menyingkap makna al-Qur’an dengan melalui perangkat-perangkat lunak yang dibutuhkan. Sedangkan takwil menurut makna etimologinya bermakna mengembalikan. Maka secara singkat dapat kita pahami bahwa takwil adalah usaha untuk mengembalikan makna nash kepada makna aslinya. Takwil harus selaras dengan tafsir karena tafsir adalah pintu gerbang menuju takwil. Jika tafsir menyingkap makna luar nash, maka takwil berusaha menyingkap spirit di dalam nash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi Tafsir; Studi Kritis Tafsir bi al –Ma’tsur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak Rasulullah Wafat, kajian tafsir cukup mendapat perhatian dan berkembang abad demi abad sebegitu pesat dalam tradisi keilmuan Islam. Kajian ini terkemas dan tertulis rapi dalam berbagai klasifiikasi ilmu dengan beragam corak penulisan, baik berupa syair, prosa, karya ilmiah berjilid-jilid maupun sekedar komentar-komentar kecil (Hâmisy) ataupun berupa Syarh karya-karya pemikir terdahulu.  Konsekuensi logisnya, kajian dan karya-karya tafsir yang beragam itu bisa diklasifikasikan ke dalam beberapa pola dan sarat untuk dikritisi. Para ulama telah banyak yang mencoba mengklasifikasikan pola ataupun corak (meminjam istilah Quraish Shihab) penafsiran al-Qur’an dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Ada yang menyentuh pokok persoalan dan ada juga yang hanya bersinggungan dengan kulitnya saja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dilihat dari metode penafsiran dan coraknya, tafsir digolongkan menjadi dua, yaitu; pertama, tafsir bi al-ma’tsur dan kedua, tafsir bi al-ra’yi. Pertama, tafsir bi al-ma’tsur. Terma tafsir bi al-ma’tsur  oleh para ulama dimaknai dengan tafsir al-Qur’an dengan al-Qur’an, al-Sunnah, Qaul Shahâbî, atau Qaul Tabi’î.   Corak dan pola tafsir ini bisa dibilang murni periwayatan, walaupun dalam beberapa kitab tafsir sejenis, masih sering kita temukan pendapat-pendapat pribadi yang bersifat ideologis pribadi dan agak sedikit keluar dari terma yang diusung lewat kitab tafsir dengan corak periwayatan ini. Hal inilah yang kemudian banyak memunculkan anggapan dan ungkapan-ungkapan yang skeptis terhadapa tafsir jenis ini. persoalannya bermula dari ketidak konsistenan sang pengarang itu sendiri dalam mengawal terma bi al-ma’tsur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Su’ud Badr dalam bukunya Tafsir al-Shahaabat menceritakan dengan singkat dan jelas tentang geneologi metode tafsir jenis ini. Bahwa corak periwayatan ini muncul dari kegelisahan para sahabat ketika sudah final tidak menemukan penjelasan Nabi saw, mereka merujuk kepada penggunaan bahasa dan syair-syair arab. Bahkan setelah masa sahabat pun, para tabi’in dan tabi’it at-tabi’în masih mengandalkan metode periwayatan dan referensi kebahasaan seperti pada zaman sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Dr. Jamal al-Banna dalam salah satu bukunya, mengkritisi dengan gamblang akan kelemahan metode riwayat ini.  Beliau menggaris bawahi bahwa tafsir-tafsir jenis ini terlalu sering memakai riwayat-riwayat yang tidak berdasar atau dengan kata yang lain, riwayat palsu. Bahkan banyak sekali isra’illiyât atau kisah-kisah tak berdasar yang bercerita seputar penciptaan adam dan hawa, surga dan neraka, kisah-kisah peperangan, kepahlawanan dan sebagainya yang berasal dari periwayatan-periwayatan taurat ataupun yang lain yang sudah banyak sekali mengalami perubahan dan penyelewengan. Ada satu pendapat yang dikutip Jamal al-Banna, bahwa kecenderungan-kecenderungan itu muncul bermula dari kesulitannya sang mufassir dalam mencari periwayatan yang mempunyai nilai validitas tinggi,. Atau dengan bahasa singkat, minimnya periwayatan yang murni berasal dari Rasulullah itu sendiri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Quraish Shihab dalam salah satu tulisannya di jurnal Paramadina menyebut secara rinci akan kelemahan metode penafsiran riwayat ini; “Di sisi lain, kelemahan yang terlihat dalam kitab-kitab tafsir yang mengandalkan metode ini adalah: (a) Terjerumusnya sang mufasir dalam uraian kebahasaan dan kesusasteraan yang bertele-tele sehingga pesan-pokok Al-Quran menjadi kabur dicelah uraian itu.  (b) Seringkah konteks turunnya ayat (uraian asbab al-nuzul atau sisi kronologis turunnya ayat-ayat hukum yang dipahami dari uraian nasikh/mansukh) hampir dapat dikatakan terabaikan sama sekali, sehingga ayat-ayat tersebut bagaikan turun bukan dalam satu masa atau berada di tengah-tengah masyarakat tanpa budaya. Bahwa mereka mengandalkan bahasa, serta menguraikan ketelitiannya adalah wajar. Karena, di samping penguasaan dan rasa bahasa mereka masih baik, juga karena mereka ingin membuktikan kemukjizatan Al-Quran dari segi bahasanya. Namun, menerapkan metode ini serta membuktikan kemukjizatan itu untuk masa kini, agaknya sangat sulit karena --jangankan kita di Indonesia ini-- orang-orang Arab sendiri sudah kehilangan kemampuan dan rasa bahasa itu.”  Tafsir jenis ini banyak sekali, di mulai dari Tafsir Ibnu Abbas, At-Thabari, As-Suyuthi, Tafsir Ibnu Katsir dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsir bi al-Ra’yi; Upaya Menjawab Problematika Kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problematika penafsiran al-Qur’an  dengan metode riwayat hampir sebagian besar berangkat dari “ketidakajegan” para mufasir dalam menyampaikan maksud-maksud tersirat di balik teks-teks Ilahiyah. Dalam ranah metodologikal, para penafsir nalar  mencoba menggunakan pelbagai macam perangkat tafsir yang disesuaikan dengan kecenderungan mereka masing-masing dalam disiplin ilmu tertentu untuk berusaha menjawab segala problematika kehidupan dan kegelisahan intelektual mereka akan stagnasinya kajian tafsir bi al-ma’tsur. Di antara mereka ada yang memusatkan analisis tafsir atas al-Qur’an melalui metodologi spesifik disiplin keilmuan, seperti gramatika (an-Nahwu), al-Balâghah, I’jâz, fiqh, filsafat dan cabang disiplin keilmuan lainnya. Sebagai contoh kitab al-Kasysyâf racikan az-Zamakhsyari al-Khawarizmi yang menyusun bangunan tafsirnya di atas epistema ilmu balaghâh, Fakhruddin al-Razi mampu menelurkan tafsîr Mafâtihu al-Ghâib yang diciptakan atas dasar ilmu filsafat yang dikuasainya. Tafsîr al-Jâmi’ li ahkâmi al-Qur’ân berhasil digagas al-Qurthubi yang ditilik dari sudut pandang fikih dan hukum-hukum agama serta beberapa form tafsir lain yang dicoba dituangkan oleh segelintir intelektual muslim lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Corak dan pola tafsir ala nalar ini banyak sekali disebutkan dalam semua karya kodifikasi ilmu-ilmu Qur’an dan tafsir. Bertolak dari ini, penulis secara pribadi mengikuti pendapat al-Farmawi bahwa corak ini terbagi menjadi empat pendekatan metodologi, yaitu tahliliy, ijmaliy, muqaran dan mawdhu'iy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling popular dan sering menjadi metode landasan para ahli tafsir sekarang adalah dua metode saja; pertama, metode tahlîly. Adalah satu diantara beberapa metode dimana mufassirnya berusaha menjelaskan makna dan substansi ayat demi ayat, surat demi surat sesuai dengan urutan ayat dan surat di dalam mushaf. Kebanyakan mufassir dalam ranah metode ini lebih cenderung menggunakan keahlian masing-masing dalam berbagai disiplin ilmu. Pandangan ini senada dengan apa yang diungkapkan oleh Mahmud Syaltut bahwa perbedaan penafsiran al-Qur’an bergantung pada ragam keberbedaan latar belakang disiplin ilmu yang dimiliki para mufassir itu sendiri.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Tafsîr al-Qur’ân al- Karîm  baina al-Quddâmi wa al-Muhadditsîn, Jamal al-Banna menjelaskan secara detail satu persatu tafsir ala nalar yang dikarang oleh para intelektual muslim yang hidup pada abad 20. Sebut saja Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha dengan al-Manârnya, Thahir bin ‘Asyur dengan at-Tahrir wa at-Tanwîrnya, ataupun Syeikh Mutawalli al-Sya’rawi dengan tafsir al-Sya’rawinya. Terhadap al-Manar, Jamal memberikan komentar bahwa tafsir ini memiliki nilai sosial budaya, bisa dibilang kalau kita merunut sejarah, bahwa Abduh diyakini pernah mengaji tafsir dengan sang guru Jamaluddin al-Afghani,.Satu hal yang dapat penulis pahami adalah kemungkina mengalirnya jiwa reforrmis dalam diri Abduh akibat pengajaran dan penanaman doktrin-doktrin akan pembaharuan umat serta ketegasan sang guru bahwa Islam pada dasarnya terbuka akan perubahan dan perkembangan zaman. Tafsir ini bermula dari tulisan-tulisan tafsir al-Qur’an Muhammad Abduh dalam jurnal yang diterbitkannya al-Manar, kemudian dialih bukukan dan diteruskan proyek besar ini oleh sang murid tercinta Rasyid Ridha. Disamping itu, Jamal juga memberi kritikan yang cukup panjang akan fenomena israillîyyat dalam tafsir al-Sya’rawi.  Fenomena yang banyak sekali ditemukan dalam tafsir-tafsir riwayat karya ulama salaf. Satu hal yang dapat penulis pahami dan maklumi adalah proses pembuatan kitab itu sendiri tidaklah murni hasil tulisan sang syeikh, tetapi hasil copy paste dari setiap pengajian beliau Nûr ‘ala al-Nûr yang disiarkan ditelevisi dan radio hampir setiap hari. Dari situ kemudian muncul inisiatif untuk membukukan hasil pengajian beliau ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kedua, metode maudû’î. Adalah metode di mana mufasirnya berupaya menghimpun ayat-ayat Al-Quran dari berbagai surah dan yang berkaitan dengan persoalan atau topik yang ditetapkan sebelumnya. Kemudian, penafsir membahas dan menganalisis kandungan ayat-ayat tersebut sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Keunggulan dari metode ini menurut hemat penulis adalah lebih pada nilai efisiensinya saja. Terkadang pembaca merasa malas kalau harus mengikuti ayat demi ayat untuk mencari sumber jawaban akan sebuah permasalah. Mungkin beranjak dari fenomena inilah metode mawdû’î cukup banyak dipakai oleh para mufassir dan ahli-ahli ilmu lainnya dalam menyebarkan dan mengamalkan  tujuan diturunkannya al-Qur’an itu sendiri. Satu contoh, tafsir tentang ayat-ayat kauniyah oleh Dr. Yusuf Al-Najjar ataupun karya-karya intelektual muslim lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hermeneutika; Sebuah Renungan Sejarah Singkat &lt;br /&gt;Dewasa ini muncul berbagai disiplin ilmu dalam mengkaji kitab-kitab Tuhan. Diantaranya adalah hermeneutika. Al-Qur’an merupakan kitab terakhir yang diturunkan kepada Rasul-Nya. Diharapkan dapat selalu up to date terhadap perubahan zaman dan selalu elastis terhadap keragaman budaya, hingga keberaadaannya dapat dirasakan sebagai dinamo penggerak kemajuan masyarakat. Lantas, apakah untuk memahami al-Qur’an membutuhkan hermeneutika? Inilah permasalahan yang akan disinggung sedikit oleh penulis dalam tulisan penutup ini. &lt;br /&gt;Sebelum lebih jauh melangkah, alangkah baiknya jika kita menyatukan opini dan pemahaman kita terhadap hermeneutika. The new Encyclopedia Britannica menulis bahwa hermeneutika adalah studi prinsip-prinsip general tentang interpretasi Bible.  Adapun tujuan dari Hermeneutika itu sendiri adalah menemukan nilai kebenaran dalam Bible. Dalam sejarahnya Hermeneutika muncul pada abad petengahan dengan lahirnya seorang tokoh pemikir besar dalam bidang itu, yaitu Thomas Aquinas (1225-1274), karyanya yang menumental berjudul Summa Theologica menekankan pentingnya interpretasi Bible secara litertal. &lt;br /&gt;Pada abad ke-18  tokoh pemikir liberal kristen Johan Solomo Semler mengemukakan gagasannya bahwa hermeneutika mencangkup banyak pembahasan seperti retorika, tata bahasa, logika, sejarah, penerjemahan dan kritik terhadap teks. Menurutnya tugas utama hermeneutika adalah memahami teks sebagaimana dimaksudkan oleh para penulis teks itu sendiri, sehingga pemahaman seiring dan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh para penulis teks.&lt;br /&gt;Jadi pada awalnya hermeneutika dipakai untuk menemukan nilai-nilai kebenaran dalam perjanjian lama (old testament) atau pun perjanjian baru (new testament). Mengapa para Teolog dan agamawan kristen memerlukan hermeneutika dalam mengkaji kitab-kitab mereka? Karena mereka menemukan big problem dalam memahami dan menginterpretasikan serta mencari kebenaran sejati dalam kitab suci mereka. Selama ini masih mucul pertanyaan besar dan belum bisa dijawab dengan pasti. Yaitu, apakah secara harfiah Bible adalah kalam Tuhan, atau perkataan manusia? Aliran yang mengakui bahwa Bible itu adalah kalam Tuhan dan tidak ada unsur perkataan manusia, dianggap terlalu ekstrim, dan bahkan tidak rasional. Banyak kalangan agamawan yang masih menganggap Bible sebagai kitab yang masih dipertanyakan penciptanya. Seperti Richard Elliot Friedman dalam bukunya “Who wrote the Bible” menyatakan bahwa hingga kini, siapa yang menulis kitab tersebut masih merupakan misteri yang belum terungkap dengan pasti.&lt;br /&gt;Karena Bible memiliki banyak penulis, dan itupun belum pasti kebenarannya. Bahkan terjadi banyak perbedaan dalam tulisan-tulisan itu, serta tidak ada redaksi Bibel yang diakui original, maka menemukan titik temu “kebenaran” dalam Bibel sangat sulit. Prof M. Metzger dalam bukunya “A Textual Commentary on the Greek New Testament” menyatakan bahwa para penafsir bible menemukan beberapa permasalahan dalam menginterpretasikan Bible diantaranya yaitu; Pertama, tidak adanya dokumen Bible yang original saat ini. Kedua, bahan yang ada bermacam-macam dan berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Tentunya kondisi tersebut mempersulit kaum intelektual agamawan dalam menelaah Bible dan menemukan nilai kebenaran murni. Nah, dari semua problem tersebut, maka hermeneutika diperlukan untuk “mencari” celah dalam memahami Bible yang telah menjalani lika-liku dan gesekan paradigma kehidupan selama berabad-abad dengan harapan, dapat mengungkap nilai kebenaran murni dari kitab suci itu.&lt;br /&gt;Berbeda dengan Al-Qur’an, yang diakui dan terbukti sebagai karya tuhan yang tidak dimasuki oleh pendapat-pendapat manusia dalam redaksi aslinya. Perjalanan Al-Qur’an dalam sejarahnya, dari Jibril kepada Muhammad kemudian berlanjut kepada para sahabat, Tabiin hingga sampai di tengah-tengah kita, telah tertulis dengan jelas dalam buku-buku Ulum Al-Qur’an karya para ulama turast, tidak ada “korupsi” redaksi yang terjadi. Jelas dalam point ini terdapat perbedaan signifikan antara Al-Qur’an dan Bible. Al-Qur’an yang menyandang gelar sebagai kitab suci dan sekaligus mukjizat terbesar Rasul ini, mengandung makna yang luas dalam setiap ayatnya. Bahkan jika mengkajinya hingga tujuh keturunanpun, kita masih belum bisa menyingkapkan seluruh true value yang dapat dijadikan sumber kesejahteran manusia. Kalau boleh meminjam istilah Cak Nur, bersifat open ended, artinya selalu terbuka dalam menginterpretasikannya sehingga tidak lapuk dimakan usia dan selalu compatible dalam setiap zaman.&lt;br /&gt;Nah, untuk membumikan ayat-ayat Tuhan yang terangkum dalam kitab suci Al-Qur’an tersebut, tidak diperlukan lagi apa yang disebut hermeneutika. Karena penggunaan hermeneutika kepada Al-Qur’an merupakan penempatan dan penggunaan yang salah. Tafsir dan Ta’wil adalah sarana tepat yang dapat dijadikan “jembatan” dalam merangkai pemahaman yang benar terhadap Al-Qur’an.&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang perlu digaris bawahi disini adalah begitu luasnya kajian pemikiran ataupun studi-studi tentang al- Qur’an membuat kekaguman penulis akan keagungan dan keluasaan samudra ilmu al-Qur’an itu sendiri. Hal yang amat jarang ditemukan -untuk sekedar malas menyebut tidak ada- pada kitab suci umat yang lain.  Penulis meyakini bahwa sampai kapan pun kajian-kajian al-Qur’an akan terus hidup dan memunculkan para intelektual-intelektual muslim baru  baik kontoversial secara pemikiran maupun tidak yang akan selalu dan semakin membuktikan keajaiban al-Qur’an. Penulis sengaja tidak menyinggung sedikit pun pemikiran-pemikiran akan studi al-Qur’an kontemporer semacam Arkoun, Nasr Hamid, Amin al-Khouli, Muhammad Syahrur, dan sederet pemikir Islam lainnya karena penulis berharap akan ada diskusi-diskusi lanjutan mengenai kajian para pemikir liberal ini, dan semata-mata karena keterbatasan penulis sendiri dalam memahami teks-teks asli karya mereka. ‘ala kulli hâl  selamat berdiskusi !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Al-Quran dan Terjemahannya, Mujamma’ Mâlik Fahd, Madinah, 2005&lt;br /&gt;2. Jamal al-Banna, Tafsir al-Qur’an al-Karîm baina al-Quddamî wa al-Muhadditsîn, Dar al-Fikr al-Islamy, Kairo, 2003&lt;br /&gt;3. al-Dzahabî, Muhammad Hussein, al-Tafsir wa al-Mufassirûn, Kairo, Dar al-Hadist, 2005&lt;br /&gt;4. al-‘Ak, Kholid Abdurrahman, Ushûl al-Tafsir wa Qawaiduhû, Beirut, Dar al-Nafâis, 2003&lt;br /&gt;5. Rasyid Ridha, Muhammad Abduh,  Tafsir al-Manâr, Beirut, Dar al-Fikr, tanpa tahun&lt;br /&gt;6. Al-Thabarî, Ibn al-Jarîr, Jami’ al-Bayân ‘an Ta’wil Âyi al-Qur’an, Beirut, Dar al-Fikr, 2001&lt;br /&gt;7. Abu Su’ud Badr, Abdullah Dr., Tafsir al-Shahabat, Kairo, Dar Ibn Hazm, 2000&lt;br /&gt;8. Zuhdi Muhdor Ahmad, Attabik Ali, Kamus al-Ashry, Yogyakarta, Yayasan Ali Maksum, 2004&lt;br /&gt;9. Abu Syahibah, Muhammad bin Muhammad Dr., al-Isrâilliyât wa al-Maudû’ât Kutub al-Tafsîr, Kairo, Maktabah al-Sunnah, 2006&lt;br /&gt;10. Al-Zarkasyi Muhammad bin Abdullah, Badruddin, al-Burhân fî ‘Ulûm al-Qur’an, Kairo, Maktabah Dar al-Turast, tanpa tahun&lt;br /&gt;11. Kholifah Muhammad, Ibrahim Abdurrahman Dr, Dirâsât fî Manâhij al-Mufassirîn, tanpa penerbit dan tahun&lt;br /&gt;12. Rasyid Ridha, Muahammad, al-Wahyu al-Muhammadî, Kairo, Majlis al-A’la Li al- Syu’un al-Islâmiyyah, 2004&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3556385182951553518-1575721755105846567?l=yusufarbi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufarbi.blogspot.com/feeds/1575721755105846567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3556385182951553518&amp;postID=1575721755105846567' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/1575721755105846567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3556385182951553518/posts/default/1575721755105846567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufarbi.blogspot.com/2007/01/metodologi-penafsiran-al-quran-sebuah.html' title='Menapak Jejak mengenal watak'/><author><name>arbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03701351339715537021</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='14973952918043098505'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_dMg4vgUSIeo/RaeawfpkbMI/AAAAAAAAACQ/8raLve0bcS4/s72-c/hitam+putih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>